Jakarta -
CEO Take-Two Interactive, Strauss Zelnick, menanggapi komentar Elon Musk berangkaian dengan kepintaran buatan (AI) nan dapat membantu orang-orang membikin game seperti GTA 6. Singkatnya, dirinya tidak setuju dengan tanggapan Elon Musk.
Jadi pada Januari lalu, Musk menyetujui sebuah postingan seorang pengguna X (tadinya Twitter), nan bilang jika ke depannya orang-orang dapat membikin game seperti GTA 6 dalam waktu singkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada kemungkinan besar kita bakal mendapatkan fitur "buat GTA 6 jenis Anda sendiri dalam beberapa menit" sebelum GTA 6 dirilis," tulis pengguna dalam sebuah postingan nan diunggahnya pada 12 Januari 2026.
"Yeah," balas Musk, pantauan detikINET dari X.
Selain Elon, CEO Epic Games, Tim Sweeney juga ikut memberikan responnya mengenai Musk nan setuju dengan postingan tersebut. Menanggapi postingan akun X @GTAVI_Countdown, Sweeney mengatakan keadaan di mana membikin game seperti itu dengan AI generatif mungkin terjadi.
"Kita sudah mempunyai konversi teks ke gambar dan teks ke video, jadi konversi teks ke GTA adalah langkah logis selanjutnya dalam AI generatif," ujar Sweeney.
Balasan Sweeney di postingan @GTAVI_Countdown turut disetujui Musk. Ia apalagi menegaskan orang-orang nantinya tidak perlu pusing ketika membikin game, lantaran AI bakal memilih nan terbaik untuk para penggunanya.
"Anda apalagi tidak perlu bertanya. AI bakal menentukan video game apa nan paling Anda sukai," tulis Musk.
Kemudian dalam percakapan nan terjadi dalam aktivitas Semafor World Economy Conference pada 16 April 2026, Zelnick menyindir Musk. Ia menjawab dengan mengatakan bahwa teknologi bakal menggantikan pekerjaan siapa pun, termasuk posisi Musk sekarang.
"(Musk) mempunyai sumber daya finansial nan tak terbatas, dan dia mempunyai sumber daya manusia nan tak terbatas, dan dia - tampaknya - mempunyai jumlah buahpikiran nan tak terbatas. Dia juga memahami AI. Dia juga bekerja 20 jam sehari. Jika AI mengambil pekerjaan siapa pun, bukankah AI juga bakal mengambil pekerjaannya?," ucap Zelnick.
Menurut Zelnick, jika teknologi ini memang dapat dengan mudah mengambil alih pekerjaan, kenapa kecanggihannya tidak membebaskan orang-orang nan lembur. Dirinya memberi contoh seperti kenapa orang terkaya di Bumi begitu sibuk padahal sudah ada AI.
"Dan omong-omong, kenapa saya bekerja lebih keras dari sebelumnya meskipun saya telah sepenuhnya menerima AI ke dalam setiap bagian hidup saya?," tambahnya.
Sederhananya, AI dapat membantu dalam situasi tertentu, tetapi tidak merevolusi apa pun. Lanjut, AI dinilai tidak menggantikan alias apalagi menyederhanakan kerja keras nan dibutuhkan untuk membikin game seperti GTA 6.
Sementara GTA 6, agenda perilisannya telah ditentukan setelah sebelumnya mengalami beberapa penundaan. Game ini sempat dijadwalkan rilis pada 2 Mei 2025, tapi tak lama kemudian Rockstar mengumumkan penundaan hingga 26 Mei 2026. Sekarang, info terbaru mengungkapkan GTA 6 bakal meluncur pada 19 November 2026.
Namun info terakhir dari Zelnick, peluncuran GTA 6 kali ini bakal sesuai rencana. Ia mengatakan info baru mengenai game ini bakal segera hadir.
(hps/afr)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·