Probiotik Tak Selalu Dari Produk Tinggi Gula, Ini Faktanya

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Jakarta -

Probiotik sudah lama dikenal dianggap punya faedah bagi kesehatan pencernaan. Berbagai produk minuman dan makanan probiotik pun semakin mudah ditemukan di pasaran. Namun, tidak semua produk probiotik datang dalam corak dan kandungan komposisi gizi nan sama. Sebagian produk mengandung gula tambahan nan cukup tinggi untuk meningkatkan cita rasa dan membuatnya lebih disukai konsumen.

Di sisi lain, pilihan produk probiotik dengan kandungan gula nan lebih rendah memang tersedia. Hanya saja, rasa nan dihasilkan sering tidak semanis alias sepopuler produk dengan tambahan gula nan lebih banyak. Kondisi ini membikin dilema antara mengejar faedah probiotik dan mengendalikan asupan gula harian.

Kabar baiknya lagi, menjaga keseimbangan mikrobiota usus tidak hanya berjuntai pada probiotik. Ada komponen lain nan sering kurang mendapat perhatian, ialah prebiotik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Probiotik Tak Selalu Berupa Produk Tinggi Gula

Manfaat probiotik bagi kesehatan pencernaan memang didukung oleh banyak penelitian. Mikroorganisme hidup ini membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus nan berkedudukan dalam beragam kegunaan tubuh.

Namun, sumber probiotik tidak hanya berasal dari minuman probiotik kemasan. Tempe, yogurt tanpa gula tambahan, kefir, kimchi, hingga beragam makanan fermentasi tradisional juga mengandung mikroorganisme nan berfaedah bagi kesehatan.

Pada sebagian produk minuman probiotik, tambahan gula digunakan untuk menciptakan rasa nan lebih disukai konsumen. Karena itu, memilih sumber probiotik tidak cukup hanya memandang klaim probiotiknya saja. Kandungan gula, kalori, serta komposisi gizi secara keseluruhan tetap perlu menjadi pertimbangan.

Bagi nan mau mendapatkan faedah probiotik dengan asupan gula nan lebih rendah, sumber probiotik alami alias produk tanpa tambahan gula dapat menjadi pilihan. Meski rasanya mungkin tidak semanis sebagian produk minuman probiotik, faedah nan diberikan tetap berasal dari mikroorganisme baik nan terkandung di dalamnya.

Apa Beda Probiotik Vs Prebiotik?

Jika probiotik adalah mikroorganisme hidup nan memberikan faedah kesehatan, prebiotik merupakan makanan bagi mikroorganisme tersebut.

Prebiotik umumnya berupa serat pangan nan tidak dicerna tubuh. Ketika mencapai usus besar, serat ini menjadi sumber nutrisi bagi kuman baik nan hidup di dalam saluran cerna.

Sederhananya, probiotik adalah bakterinya, sedangkan prebiotik adalah makanannya. Keduanya mempunyai peran nan berbeda, tetapi saling melengkapi dalam menjaga keseimbangan mikrobiota usus.

Dokter ahli penyakit dalam dan konsultan gastroenterologi-hepatologi, Prof Dr dr Rino Alvani Gani, SpPD-KGEH, menjelaskan bahwa prebiotik dapat memberikan faedah melalui sistem nan berbeda dibanding probiotik.

"Prebiotik menumbuhkan bakteri-bakteri nan bagus dan itu bakal memberikan akibat nan lebih baik," kata dr Rino saat ditemui detikcom di Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026).

Ia menambahkan bahwa pengaruh prebiotik berkarakter tidak langsung melalui perbaikan kondisi usus dan pertumbuhan kuman nan menguntungkan.

Berbeda dengan probiotik nan sering dikaitkan dengan yogurt alias minuman fermentasi, prebiotik sebenarnya banyak ditemukan dalam makanan sehari-hari.

Sumber prebiotik antara lain pisang, bawang putih, bawang bombai, asparagus, gandum utuh, oat, kacang-kacangan, serta beragam sayuran dan buah nan kaya serat.

Konsumsi makanan tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan serat harian, tetapi juga menyediakan nutrisi bagi kuman baik di dalam usus. Karena berasal dari bahan pangan alami, sumber prebiotik juga umumnya tidak disertai tambahan gula seperti nan ditemukan pada sebagian produk minuman olahan.

Simak Video "Video: Takjil Kurma Ditambah Butter, Berapa Kalorinya?"
[Gambas:Video 20detik]
(mal/up)

Dilema Probiotik Tinggi Gula

1 Konten

Proses fermentasi dalam beragam produk probiotik memang memerlukan gula. Namun apakah betul semua gula nan ada dalam produk probiotik betul-betul dibutuhkan oleh bakteri, alias ada nan memang ditambahkan untuk kebutuhan memperbaiki cita rasa?

Sumber detik-health