Jakarta, CNN Indonesia --
Timor Leste menetapkan sepekan hari berkabung sebagai corak penghormatan terakhir terhadap eks Presiden Francisco Lu Olo Guterres yang meninggal bumi pada Senin (22/1).
Pemerintah Timor Leste menggunakan resolusi 4/24 tertanggal 3 Juli dalam mendeklarasikan masa berkabung ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masa berkabung nasional telah diumumkan di seluruh negeri, sebagai tanda duka cita atas meninggalnya Dr. Francisco Guterres Lú Olo, mantan Presiden Republik Demokratik Timor-Leste," demikian isi pasal 1 dalam resolusi tersebut, dikutip situs resmi pemerintah.
Mereka lampau berujar, "Masa berkabung nasional dimulai pukul 15.00 pada tanggal 22 Juni dan berhujung tengah malam pada tanggal 28 Juni."
Dalam resolusi tersebut, pemerintah juga meminta publik mengibarkan bendera separuh siang untuk menghormati Guterres.
Guterres meninggal pada Minggu di Prince Court Medical Center, Malaysia. Sejauh ini, tak ada info penyakit apa nan diderita eks presiden tersebut.
Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta juga menyampaikan duka cita nan mendalam.
"Saya menerima berita ini dengan kesedihan nan mendalam dan menganggap kepergian Presiden Francisco Guterres Luolo sebagai kehilangan besar bagi bangsa," kata Horta dalam rilis resmi.
Horta sempat menengok kondisi Guterres di rumah sakit di Malaysia. Namun, dia tak memberi banyak info soal dan hanya menyebut kondisinya "kritis."
Ramos Horta mengenang Guterres sebagai patriot besar, salah satu pemimpin utama pembebasan, pemimpin FRETILIN, dan memegang semua kedudukan tertinggi di negara.
Guterres lahir pada 7 September 1954 di Ossu. Karier politiknya, mengenai erat dengan perjuangan kemerdekaan Timor Leste. Selama di bawah kolonialisme Portugis, dia juga terlibat dalam gerakan-gerakan nasional.
Dia juga tetap berjuang berbareng golongan pembebasan saat Timor Leste mendeklarasikan kemerdekaan pada 1975. Kemudian pada 1999, setelah referendum, dia terpiilih menjadi wakil di Majelis Konstituten dan kemudian menjadi presiden pertama Parlemen Nasional.
Pada 2017, Guterres terpilih menjadi presiden Timor Leste dan menjabat hingga 2022.
(isa/rds)
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·