Jakarta, CNN Indonesia --
Amerika Serikat mengeklaim Iran mengizinkan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk meninjau situs nuklir mereka.
Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan inspeksi terhadap persediaan uranium nan diperkaya kemungkinan bakal dimulai pekan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pihak Iran telah setuju untuk mengundang kembali pengawas IAEA ke negara mereka," kata Vance kepada awak media usai perundingan di resor Burgenstock, Swiss, Senin (22/6), dikutip AFP.
Dia lampau berujar, "Ini tonggak krusial bagi rakyat Amerika dan langkah pertama dalam denuklirisasi permanen alias pengakhiran permanen program senjata nuklir di Iran."
Lebih lanjut, Vance mengatakan inspeksi tersebut mencakup 450 kilogram uranium nan diperkaya.
AS dan Iran menggelar negosiasi tak langsung di Burgenstock pada akhir pekan lampau sebagai tindak lanjut penandatangan nota kesepahaman (MOU) kedua negara.
MoU itu mencakup penghentian pertempuran di semua front, pembukaan kembali Selat Hormuz, pencabutan hukuman AS terhadap Iran hingga soal masa depan nuklir Iran.
Selain itu, MoU juga berisi negosiasi kudu dilakukan dalam kurun waktu 60 hari setelah kesepakatan ditandatangani. Perjanjian ini diharapkan bisa menjadi kerangka untuk betul-betul mengakhiri perang.
Kembali lagi ke Vance, dia mengatakan negosiasi melangkah dengan sangat baik.
"Kami melakukan apa nan mau kami lakukan," kata dia. Vance lampau menjabarkan empat sasaran nan dikejar AS.
Pertama, AS mau membangun sistem untuk menjaga agar Selat Hormus tetap terbuk dan membentuk sistem koordinasi untuk operasi pembersihan ranjau.
Kedua, Vance mengatakan negosiator membangun sistem serupa berupa unit alias de-conflication sel untuk gencatan senjata regional termasuk Lebanon. Ketiga, IAEA diizinkan masuk ke Iran dan keempat menetapkan pembicaraan terus berlanjut.
(isa/rds)
Add
as a preferred source on Google
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·