Jakarta, CNN Indonesia --
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dilaporkan tengah membuka kesempatan untuk mundur jika Walikota Greater Manchester Andy Burnham berhasil memenangkan pemilihan sela di Makerfield pada 18 Juni mendatang.
Meski Downing Street secara publik menegaskan PM bakal bertahan, sumber internal kabinet membisikkan perihal sebaliknya. Secara pribadi, Starmer disebut kurang menantang dan siap mempertimbangkan semua opsi demi stabilitas negara.
Sementara itu, untuk mencegah kekacauan faksi di internal Partai Buruh, Starmer didesak tidak mengumumkan pengunduran diri sebelum pemilihan sela usai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun begitu, Downing Street bersikeras bahwa Perdana Menteri tidak bakal mundur dan terus percaya bahwa Starmer dapat terus menjalankan tugasnya, meskipun sekitar 100 personil parlemen Partai Buruh menyerukan agar dia mundur.
Seorang menteri Kabinet nan tetap setia kepada Starmer mengatakan bahwa dia kurang tegas secara pribadi, sehingga membuka semua kemungkinan.
"Saya rasa dia tidak pernah menentang. Itu bukan kepribadiannya. Saya pikir dia mencoba mencari jalan keluar nan paling bertanggung jawab bagi negara ini dan ini semua tentang stabilitas," kata menteri kabinet itu kepada The Telegraph pada Jumat (15/4).
"Dia adalah jenis orang nan selalu mempertimbangkan semua opsi," lanjutnya.
Sumber tersebut mengatakan mereka mendesak Starmer untuk tidak mengumumkan pengunduran diri sebelum pemilihan sela, dengan argumen untuk menghindari kekacauan.
Jika perihal tersebut terjadi, faksi ego Al Carns menilai bakal terjadi kekacauan, di mana bakal muncul kubu pro-Andy, kubu anti-Andy, kubu 'siapa pun selain Streeting'.
Meskipun begitu, keputusan Starmer untuk mundur diperkirakan tidak bakal terjadi hingga pemilihan sela berakhir.
Ancaman Reformasi Kerajaan Inggris
Langkah Burnham untuk melenggang ke parlemen dipastikan tidak mudah. Partai Buruh kudu menghadapi pertempuran elektoral nan sengit melawan Reform UK.
Partai ketua Nigel Farage tersebut sedang di atas angin setelah meraup 50 persen bunyi pada pemilihan lokal bulan ini, jauh mengungguli Partai Buruh nan hanya mengantongi 22 persen suara. Farage apalagi menegaskan telah menerjunkan puluhan aktivis ke Makerfield untuk menjegal Burnham.
"Jika Andy Burnham berpikir dia dapat dengan mudah masuk sebagai pemimpin Pemerintahan Partai Buruh nan kandas ini, kami bakal memberi mereka kejutan nan sangat buruk," kata Farage dikutip dari The Telegraph, Sabtu (16/5).
Sebelumnya, Komite Eksekutif Nasional Partai Buruh diketahui telah menyetujui Burnham untuk mencalonkan diri sebagai kandidat di Makerfield, Jumat (15/5). Seleksi kandidat bakal berjalan pada Kamis dan Burnham diperkirakan bakal terpilih.
Harapan untuk penobatan Burnham dapat digagalkan oleh Wes Streeting, ialah mantan Menteri Kesehatan dari sayap kanan Partai Buruh. Sekutunya mengindikasikan bahwa Streeting juga bakal mencalonkan diri.
Kemenangan dalam pemilihan sela pada Juni bakal membikin Walikota Greater Manchester menjadi personil parlemen dan dengan demikian memenuhi syarat untuk kepemimpinan Partai Buruh.
Pemilihan sela Makerfield diperkirakan bakal dijadwalkan pada 18 Juni, nan berfaedah Burnham dapat kembali ke Dewan Perwakilan Rakyat dalam waktu kurang lebih satu bulan.
(dis/ins)
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·