Kisah Lawatan Presiden As Ke China, Kecewa Tak Disambut Meriah

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke China menjadi buletin internasional.

Sebab kunjungan terjadi di tengah kondisi bumi nan sedang bergolak akibat perang Iran. Presiden Donald Trump disambut meriah sejak turun dari pesawat. Dia disambut oleh pasukan juga penduduk nan bersorak.

Namun, ada kisah nan membikin rombongan Negeri Paman Sam itu merasa kurang dihormati, ialah ketika Presiden Richard Nixon berjamu ke China.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peristiwa itu terjadi pada 22 Februari 1972, nan merupakan kunjungan pertama Presiden Amerika Serikat ke negeri gorden bambu itu.

"Tidak ada tempat di planet mini ini bagi satu miliar orang nan berpotensi paling ocehan untuk hidup dalam isolasi nan penuh amarah," kata Richard Nixon, setelah terpilih pada tahun 1968, mendorong hubungan nan lebih baik dengan Tiongkok meskipun ada ketegangan dan permusuhan historis.

Sebelumnya pada tahun 1971, Penasihat Keamanan Nasional dan calon Menteri Luar Negeri Henry Kissinger melakukan dua perjalanan ke Tiongkok - nan pertama dilakukan secara rahasia - untuk berkonsultasi dengan Perdana Menteri Zhou Enlai.

Banner Microsite Haji 2026

Dikutip dari laman Associaton for Diplomatic Studies Training, adst.org, membuka hubungan dengan China memberikan beberapa keuntungan, pertama pembukaan hubungan bakal memberi lebih banyak elastisitas di panggung bumi secara umum. Tidak hanya bakal berurusan dengan Moskow juga dapat berurusan dengan Eropa Timur.

Kedua, dengan membuka hubungan dengan China bakal menarik perhatian Rusia dan mendapatkan lebih banyak pengaruh terhadap mereka melalui permainan kartu Tiongkok nan jelas ini.

Disepakati bahwa rombongan bakal tiba di China pada 22 Februari 1972, dan tinggal hingga tanggal 28 Februari 1972, waktu Tiongkok.

Presiden Nixon bakal pergi terlebih dulu ke Beijing, kemudian ke Hangzhou untuk menikmati keelokan alamnya dan sekadar mengunjungi tempat lain. Kemudian bakal pergi ke Shanghai dan meninggalkan Tiongkok dari sana. Kira-kira bakal ada satu hari di Hangzhou dan Shanghai, dan empat alias lima hari di Beijing.

"Namun, ketika kami mendarat di Bandara Beijing, mungkin secara naif saya agak kecewa dengan apa nan saya anggap sebagai sambutan nan kurang hangat dari pihak Tiongkok. Kami mengharapkan ribuan orang berteriak-teriak gembira, setelah 22 tahun permusuhan," kata Winston Lord, personil staf perencanaan Dewan Keamanan Nasional dan mendampingi Nixon dalam kunjungannya tersebut.

"Ternyata hanya ada sedikit orang, termasuk pasukan kehormatan Angkatan Darat Tiongkok. Melihat ke luar jendela ke arah upacara penyambutan, saya berpikir bahwa hari itu juga cukup kelabu. Ini tidak tampak seperti peristiwa monumental, sebagaimana seharusnya," ujarnya lagi.

Ia kemudian menjadi penasihat kebijakan utama untuk Tiongkok, Duta Besar untuk Tiongkok, dan Asisten Menteri Luar Negeri untuk Urusan Asia Timur dan Pasifik.

Pada dasarnya, pihak China mau membikin seolah-olah Nixon mau datang dan China cukup ramah untuk mengundangnya.

"Jadi, kami menjalani proses negosiasi pertama kami nan sangat melelahkan mengenai masalah itu. Pada satu titik, kami menghentikan negosiasi, bukan lantaran marah, tetapi hanya lantaran menyadari bahwa kami berada di jalan buntu. Kami mengira pihak Tiongkok bakal kembali bermusyawarah dalam beberapa jam ke depan," kata Lord.

"Kissinger, aku, dan nan lainnya berjalan-jalan di luar, lantaran kami tahu bahwa kami sedang disadap, dan kami tidak bisa membahas strategi dan strategi selain kami melangkah di luar. Mungkin pepohonan juga disadap. Siapa nan tahu? Aku ingat kami menunggu berjam-jam. Pihak Tiongkok mungkin mencoba membikin kami kehilangan keseimbangan dan mungkin sedang merencanakan posisi mereka sendiri. Kemungkinan besar, Zhou En-lai kudu berkonsultasi dengan Mao Zedong," dia menambahkan.

(imf/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-internasional