Jakarta, CNN Indonesia --
Pameran kendaraan listrik Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 bakal kembali digelar pada 29 Oktober hingga 1 November di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Penyelenggara membidik nilai transaksi hingga Rp500 miliar selama pameran berlangsung.
PEVS 2026 bakal berjalan di Hall B3-C3 JIExpo Kemayoran dan terbuka cuma-cuma untuk umum melalui registrasi daring.
Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) Moeldoko mengatakan industri kendaraan listrik nasional saat ini terus berkembang di tengah dorongan menuju mobilitas nan lebih efisien dan ramah lingkungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, perkembangan itu terlihat dari semakin banyaknya teknologi elektrifikasi nan mulai dipasarkan di Indonesia, mulai dari Battery Electric Vehicle (BEV), Hybrid Electric Vehicle (HEV), sampai dengan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).
"Ke depan, tema ini menjadi tujuan bersama. Bagaimana kita bermobilitas dengan langkah efisien dan bersih tidak bisa lagi diabaikan," kata Moeldoko di Jakarta, Kamis (21/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga menyinggung kondisi geopolitik dunia nan dinilai membikin nilai daya fosil semakin susah diprediksi. Karena itu, menurutnya industri otomotif perlu mencari pengganti mobilitas nan lebih berkelanjutan.
PEVS 2026 bakal mengusung tema The Future of A Clean and Efficient Mobility nan tak hanya menampilkan kendaraan listrik berbasis baterai, tetapi juga teknologi hybrid, tenaga surya, hingga pengembangan kendaraan listrik di sektor udara dan perairan.
Presiden Direktur Dyandra Promosindo Daswar Marpaung mengatakan PEVS tahun lampau diikuti 143 peserta dengan jumlah visitor lebih dari 40 ribu orang. Tahun ini, penyelenggara berambisi capaian tersebut bisa meningkat seiring makin banyaknya merek otomotif nan masuk ke pasar elektrifikasi nasional.
"Kami berkomitmen mendukung perkembangan industri kendaraan listrik nasional dan memperkuat ekosistem transportasi listrik nan berkelanjutan," ujar Daswar.
Sementara itu Project Manager PEVS 2026 Rudi MF menjelaskan pameran tahun ini bakal menghadirkan program nan lebih luas dibanding sebelumnya. Terdapat juga forum obrolan industri hingga agenda business matching nan menyasar sektor Business to Business (B2B), Business to Consumer (B2C), dan Business to Government (B2G).
Rudi melanjutkan penyelenggara menargetkan transaksi PEVS 2026 sebesar Rp500 miliar. Target ini lebih rendah dibandingkan capaian tahun sebelumnya (Rp900 miliar), karena PEVS 2025 datang atas kerjasama dengan Asiabike Jakarta.
"Target transaksi kami tahun ini Rp500 miliar," ucap Rudi.
(ryh/mik)
Add
as a preferred source on Google
4 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·