Pertamax Mahal, Boleh Ganti Pakai Bbm Pertalite?

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamax naik menjadi Rp16.250 bisa mendorong sebagian masyarakat menyiasatinya dengan bergonta-ganti pemakaian memakai Pertalite nan lebih murah. Namun apakah langkah ini kondusif buat kendaraan?

Motivasi mengganti jenis BBM ada banyak. Misalnya mau menekan pengeluaran alias mencari nan cocok dengan rasa berkendara. Mengubah jenis BBM umumnya juga didasari kemauan membeli nan lebih berbobot alias atas dasar mau mesin awet.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aman jika sesekali

Pada dasarnya tidak ada masalah andaikan mengganti BBM hanya dilakukan sesekali. Contohnya dalam kondisi darurat ketika jenis BBM nan biasa dipakai tak tersedia di sekitar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Semua jenis BBM bensin umumnya mempunyai unsur penyusun nan sama di atas rantai hidrokarbon, sehingga relatif kondusif jika 1-2 jenis bahan bakar tercampur dalam satu tangki.

Namun jika dilakukan secara terus-menerus mesin bakal merasakan pengaruh negatif.

Hal ini disebabkan setiap jenis BBM diracik menggunakan metode berbeda, kadar RON lain dan unsur kimiawi nan tak selalu sama.

Dampak jika sering

Performa mesin bisa berkurang jika sering mengonsumsi beda-beda produk BBM. Misal Anda memilih jenis BBM bensin nan punya RON lebih rendah alias lebih tinggi.

Mesin secara otomatis bakal menyesuaikan proses pembakaran dan kompresi atas jenis BBM nan dipilih. Jika perihal ini berulang kali terjadi, keahlian mesin bakal menurun dan konsumsi bahan bakar bakal meningkat.

Perlu diketahui bahwa setiap jenis mesin kendaraan mempunyai spesifikasi berbeda-beda. Tidak selalu BBM oktan tinggi baik untuk mesin, oleh lantaran itu Anda direkomendasikan memilih nan sesuai spesifikasi.

Mesin berkerak

Jenis BBM nan berbeda mempunyai komposisi kimia nan berbeda juga. Jika sering mengganti jenis bahan bakar dengan komposisi nan berbeda perihal ini dapat menyebabkan pembentukan kerak alias residu di dalam mesin.

Kerak nan terbentuk dapat menyebabkan penurunan kompresi, sehingga lubang-lubang klep nan semestinya rapat bisa terganggu oleh kerak tersebut, menurut penjelasan Pertamina.

(ryh/fea)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-oto