Jakarta, CNN Indonesia --
BYD Motor Indonesia menilai kejadian tutupnya sejumlah jaringan dealer merek Jepang di Indonesia merupakan bagian dari perubahan industri otomotif nan tengah berjalan menuju elektrifikasi, nan makin tidak bisa dihindari.
Dalam beberapa waktu terakhir sejumlah dealer nan sebelumnya menjual merek mobil Jepang tutup, apalagi mereka langsung beranjak menjadi dealer merek China nan sekarang konsentrasi memasarkan kendaraan elektrifikasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Head of Marketing PR and Government Relations BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengatakan perubahan pola upaya para pelaku retail otomotif merupakan bagian dari strategi untuk keberlanjutan.
"Kita enggak mau industri drop, tapi kita kudu tau berbareng transisi ke elektrifikasi ini tuh sudah keniscayaan dan memang menjadi kejadian di global. Jadi kita sebagai pelaku upaya sebaiknya memandang adanya kejadian ini sehingga ada suistanability pada sisi upaya retail," kata Luther di Jakarta belum lama ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut BYD, perubahan nan terjadi saat ini bukan sekadar persaingan antarmerek, melainkan bagian dari pergeseran pasar menuju teknologi kendaraan nan lebih ramah lingkungan.
Di sisi lain, BYD menilai pasar otomotif nasional sepanjang semester pertama tahun ini tetap menghadapi beragam tantangan. Meski demikian, penjualan kendaraan elektrifikasi dinilai menunjukkan perkembangan cukup positif dalam beberapa bulan terakhir.
Mengacu pada info Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil nasional sebetulnya tetap memperlihatkan tren positif. Hal itu terlihat dari capaian penjualan Januari-Mei 2026 naik 12,8 persen menjadi 359.015 unit dibandingkan periode nan sama di 2025.
Dari capaian itu kenaikan paling besar untuk lima bulan pertama 2025 terletak pada segmen elektrifikasi, ialah hybrid tumbuh 49,7 persen, PHEV naik 416,1 persen, dan mobil listrik murni meningkat 80 persen.
"Kalau merujuk info beberapa bulan terakhir khususnya kepada kendaraan elektrifikasi cukup baik," ujarnya.
Meski optimistis terhadap prospek kendaraan elektrifikasi, Luther mengaku tetap memandang perkembangan industri dari perspektif jangka panjang.
Perusahaan berambisi kondisi ekonomi nasional dapat semakin stabil sehingga daya beli masyarakat meningkat dan industri otomotif secara keseluruhan ikut membaik.
(ryh/fea)
Add
as a preferred source on Google
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·