SETIAP tanggal 21 April pada setiap tahun, kita kembali mengingat semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini, merupakan sebuah semangat tentang keberanian membuka jalan, menembus batas, dan memperjuangkan kesempatan nan setara.
Hari Kartini bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga merefleksikan gimana nilai-nilai itu hidup dan berkembang dalam realitas hari ini, termasuk di sektor nan selama ini kerap dipersepsikan maskulin, seperti industri kelapa sawit.
Di tengah hamparan hijau perkebunan dan dinamika operasional nan kompleks, wanita sekarang datang sebagai bagian krusial dari roda penggerak industri.
Mereka tidak hanya mengisi peran administratif, tetapi juga berkontribusi langsung dalam operasional kebun, kegunaan teknis, pengawasan hingga pengambilan keputusan. Kehadiran itu membawa perspektif baru ketelitian, ketekunan, dan pendekatan nan kolaboratif nan memperkaya kualitas kerja secara keseluruhan.
Di PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA Group), di mana nilai inklusivitas dan kesetaraan kelamin diterapkan secara nyata, wanita diberikan ruang nan sama untuk berkembang, apalagi di posisi strategis.
Contohnya, di Kalimantan Tengah, Ibu Erika Juli Astuti menjadi salah satu penjaga kualitas dan standar operasional perusahaan. Di kembali setiap tetes minyak sawit nan memenuhi standar nasional, terdapat dedikasi dan ketelitian nan dia jaga secara konsisten.
Dalam kesehariannya, dia memastikan setiap proses kajian melangkah jeli dan presisi bukan hanya soal nomor dan metode, tetapi juga menjaga kepercayaan terhadap kualitas nan dihasilkan. Di saat nan sama, dia membimbing dan mengembangkan tim, mendorong peningkatan kompetensi serta penyempurnaan metode pengujian.
Peran ini menuntut skill teknis, kepemimpinan, dan konsistensi, nan menunjukkan bahwa wanita bisa menjalaninya dengan sangat baik.Kisah ini turut menegaskan bahwa dugaan industri sawit sebagai ranah nan di kekuasaan laki-laki tidak selalu relevan.
Melalui sistem kerja nan terstruktur, akomodasi nan memadai, serta lingkunganyang kondusif dan inklusif, BGA Grpup menghadirkan ruang bagi wanita untuk berkembang dan berkarya secara optimal. Hal ini juga diperkuat dengan kesempatan nan setara dalam pengembangan kompetensi, di mana setiap perseorangan baik laki-laki maupun wanita mempunyai akses nan sama terhadap training dan peningkatan kapabilitas sesuaibidangnya.
Praktik tersebut memberikan akibat positif, baik bagi perseorangan maupun perusahaan, dengan kesempatan nan terbuka secara adil. Perempuan tidak hanya menjadi bagian dari tenaga kerja, tetapi juga berkedudukan aktif dalam mendorong penemuan dan kemajuan.
Hari Kartini menjadi pengingat bahwa perjuangan belum selesai, tetapi juga bukti bahwa perubahan itu nyata. Di industri sawit, wanita hari ini bukan lagi pengecualian, mereka adalah bagian dari masa depan.(bs)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·