Jakarta, CNN Indonesia --
Taiwan untuk pertama kalinya meluncurkan roket ke arah China pada Rabu (10/6) saat hubungan kedua pihak itu tegang dalam beberapa tahun terakhir.
Sersan Angkatan Darat Taiwan Wang Ming Hui mengatakan peluncuran itu sebagai bagian dari latihan tembak langsung menggunakan Sistem Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS), sistem luncur nan dipasok Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena ancaman musuh saat ini, kami bakal melanjutkan training HIMARS dengan tekad nan teguh guna melindungi Taiwan sebagai kekuatan terkuat negara," kata Wang, dikutip CNN.
HIMARS merupakan sistem roket nan lincah dan ringan serta dilengkapi dengan enam roket dan bisa menjangkau hingga 300 km. Pada Desember lalu, AS mengumumkan rencana menjual 82 sistem ini ke Taiwan.
Dalam latihan tersebut, militer Taiwan menggunakan roket jarak pendek nan tak terbang terlalu jauh dari pantai sebelum jatuh ke air.
Tembakan-tembakan tersebut dilepas di hari kedua latihan di pantai barat nan menghadap China. Latihan ini juga mencakup simulasi tanggapan mengenai invasi China dan uji keahlian serangan presisi.
Perwakilan Taiwan untuk AS Alexander Yui juga membenarkan tentara sedang berlatih dengan sistem HIMARS nan baru didapat.
"Kami adalah sebuah pulau, kami hanya bisa melakukan pengambilan gambar ke timur alias barat. Mereka memilih barat," ucap Yui.
Dalam beberapa tahun, Taiwan menunjukkan mau memisahkan diri dari China. Namun, pemerintahan nan berbasis di Beijing berjanji bakal melakukan segala langkah jika perlu dengan paksa untuk mempertahankan pulau tersebut.
Nyaris setiap hari, China mengerahkan kapal perang dan pesawat ke perairan dekat Taiwan. Mereka juga menggelar latihan besar-besaran nan mengepung pulau tersebut.
(isa/dna)
Add
as a preferred source on Google
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·