CNN Indonesia
Rabu, 10 Jun 2026 18:30 WIB
Ilustrasi. Kenali penyebab glukosuria jenis 1 nan banyak menyerang anak. (iStock/Antonio_Diaz)
Jakarta, CNN Indonesia --
Diabetes jenis 1 merupakan penyakit kronis nan terjadi ketika pankreas tidak bisa memproduksi insulin dalam jumlah nan cukup alias apalagi tidak memproduksinya sama sekali. Insulin adalah hormon nan berkedudukan krusial membantu gula (glukosa) masuk ke dalam sel tubuh untuk diubah menjadi energi.
Penyakit ini dulu dikenal sebagai glukosuria juvenil alias glukosuria nan berjuntai pada insulin lantaran sering muncul pada masa kanak-kanak dan remaja. Namun, glukosuria jenis 1 juga bisa terjadi pada orang dewasa.
Meski telah banyak diteliti, hingga sekarang penyebab pasti glukosuria jenis 1 tetap belum diketahui. Para mahir meyakini bahwa kondisi ini berangkaian dengan gangguan sistem kekebalan tubuh nan menyerang sel-sel penghasil insulin di pankreas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyebab glukosuria jenis 1
Melansir Cleveland Clinic, pada kondisi normal, sistem imun bekerja melindungi tubuh dari serangan bakteri, virus, dan unsur rawan lainnya. Namun pada penderita glukosuria jenis 1, sistem imun justru keliru mengenali sel beta pankreas sebagai ancaman.
Akibatnya, sistem imun menyerang dan menghancurkan sel-sel nan bekerja memproduksi insulin tersebut. Ketika sebagian besar sel beta rusak, tubuh tidak lagi bisa menghasilkan insulin nan dibutuhkan untuk mengontrol kadar gula darah.
Para intelektual tetap berupaya memahami kenapa kesalahan sistem imun ini bisa terjadi. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kombinasi aspek genetik dan lingkungan diduga berkedudukan dalam memicu penyakit ini.
Meski penyebab pastinya belum diketahui, beberapa aspek berikut diyakini dapat meningkatkan akibat seseorang mengalami glukosuria jenis 1:
1. Faktor genetik
Riwayat family menjadi salah satu aspek akibat nan paling dikenal. Seseorang nan mempunyai orang tua alias kerabat kandung dengan glukosuria jenis 1 mempunyai akibat lebih tinggi mengalami kondisi serupa.
Penelitian menunjukkan bahwa akibat terkena glukosuria jenis 1 berbeda-beda tergantung hubungan genetik seseorang, antara lain:
• Sekitar 1 dari 250 orang jika tidak mempunyai riwayat family biologis dengan glukosuria jenis 1.
• Antara 1 dari 25 hingga 1 dari 100 orang jika ibu biologis menderita glukosuria jenis 1.
• Sekitar 1 dari 17 orang jika ayah biologis menderita glukosuria jenis 1.
• Antara 1 dari 10 hingga 1 dari 4 orang jika kedua orang tua menderita glukosuria jenis 1.
Selain itu, keberadaan gen tertentu juga diketahui dapat meningkatkan kerentanan seseorang terhadap penyakit ini.
2. Infeksi virus
Melansir Mayo Clinic, beberapa penelitian menemukan bahwa jangkitan virus tertentu dapat memicu respons imun nan akhirnya menyerang sel beta pankreas, terutama pada perseorangan nan mempunyai kecenderungan genetik.
Meski demikian, hubungan pasti antara jangkitan virus dan munculnya glukosuria jenis 1 tetap terus diteliti.
3. Faktor lingkungan
Paparan racun alias aspek lingkungan tertentu juga diduga dapat berkontribusi dalam memicu reaksi autoimun nan menyebabkan glukosuria jenis 1. Namun, hingga saat ini belum ada satu aspek lingkungan spesifik nan terbukti menjadi penyebab utama.
Siapa nan berisiko terkena glukosuria jenis 1?
Selain aspek genetik dan lingkungan, beberapa kondisi berikut juga dikaitkan dengan peningkatan akibat glukosuria jenis 1:
• Memiliki personil family dekat nan menderita glukosuria jenis 1.
• Memiliki gen nan berangkaian dengan peningkatan akibat penyakit.
• Tinggal di wilayah nan lebih jauh dari garis khatulistiwa, lantaran nomor kasus glukosuria jenis 1 condong lebih tinggi pada wilayah tersebut.
• Berada pada golongan usia tertentu.
Meski dapat terjadi pada usia berapa pun, glukosuria jenis 1 umumnya muncul pada dua golongan usia, ialah anak usia 4-7 tahun dan anak usia 10-14 tahun.
(tis/tis)
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·