Pengrajin Mandau Di Kotim Kian Langka, Saini Bertahan Jaga Warisan Dayak

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Keberadaan pengrajin mandau tradisional di (Kalteng) kian berkurang seiring perkembangan era dan minimnya minat generasi muda untuk mempelajari keahlian tersebut.

Salah satu pengrajin nan tetap memperkuat adalah M. Saini (69), penduduk Bapinang Hulu, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Timur (Kotim).

Di usianya nan tidak lagi muda, dia tetap aktif membikin mandau dan beragam peralatan tradisional secara manual.

Saini mengatakan mandau nan dibuatnya merupakan bagian dari upaya melestarikan budaya Dayak nan diwariskan secara turun-temurun.

“Mandau nan saya buat ini murni karya seni budaya Dayak dan tidak ada unsur magisnya,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 11 Juni 2026.

Ia menjelaskan proses pembuatan mandau dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari menempa bilah besi, membikin gagang dan sarung alias kumpang, hingga proses penyelesaian akhir.

Selain mandau, Saini juga menerima pesanan beragam perangkat tradisional seperti parang, pisau, lading, kapak, arit, eggrek, dudus, hingga peralatan tajam lainnya nan tetap digunakan masyarakat.

Harga mandau hasil buatannya bervariasi, mulai dari Rp500 ribu hingga jutaan rupiah, tergantung ukuran, bahan, dan tingkat kerumitan ukiran nan dibuat.

Di tengah aktivitasnya sebagai pengrajin, Saini mengaku cemas keahlian membikin mandau bakal semakin ditinggalkan lantaran minimnya generasi penerus nan berkeinginan mempelajarinya.

“Sekarang sudah jarang anak muda nan mau belajar. Padahal ini budaya kita sendiri,” katanya.

Karena itu, dia berambisi pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada para pengrajin tradisional melalui promosi budaya, pelibatan dalam pameran, maupun support pengembangan usaha.

Bagi masyarakat nan mau memesan mandau maupun hasil tempaan lainnya, dapat menghubungi M. Saini melalui nomor 0857-5415-7941.

“Harapan saya budaya ini jangan sampai hilang. Mudah-mudahan ada anak muda nan mau belajar, dan pemerintah juga bisa membantu memperkenalkan karya-karya budaya daerah,” pungkasnya.

(Sya'ban)

Sumber info-lokal