Penelitian Di Gunung Mas Temukan Kaitan Merkuri Dengan Gizi Buruk Dan Stunting Balita

Sedang Trending 1 jam yang lalu

PROKALTENG.CO –  Penelitian nan dilakukan dalam disertasi ahli di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia mengungkap adanya hubungan antara pajanan merkuri di wilayah pertambangan emas skala mini Kabupaten Gunung Mas dengan meningkatnya akibat gizi buruk, stunting, dan underweight pada balita.

Itu diangkat oleh Mahasiswa Program Studi S3 Epidemiologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Nurhalina pada sidang terbuka Promosi Doktor Epidemiolog dengan promovendus, Jumat (26/6).

Sidang ini dipimpin oleh Dr.dr.Helda, M.Kes, dengan Promotor Dr.dr.Tri Yunis Miko Wahyono, M.Sc, dan Ko-promotor dr.Syahrizal Syarif,MPH.,Ph.D dan Prof.Drs.Bambang Wispriyono, Apt.,Ph.D.

Bertindak sebagai pengetes ialah Prof.Dr.Besral, SKM, M.Sc., Prof. Dr. drg.Ririn Arminsih Wulandari, M.Kes, dr. Soewarta Kosen, MPH, Dr.PH., Dr. Suwito, S.K.M., M.Kes, M.H.

Nurhalina telah mempertahankan disertasi nan berjudul “Dampak pajanan merkuri terhadap status gizi Balita di wilayah pertambangan emas skala mini Kabupaten Gunung Mas. Sidang dilaksanakan secara hybrid di Aula FKM Universitas Indonesia dan zoom meeting.

Nurhalina dalam paparannya menyampaikan, status gizi anak merupakan salah satu parameter keberhasilan kebijakan pembangunan nasional.

“Pada tahun 2020, terdapat 149,2 juta alias 22  persen anak di bawah usia lima tahun nan kandas mencapai potensi tumbuh kembang mereka di negara berpenghasilan rendah dan menengah.  Dalam beberapa tahun terakhir,  strategi pengendalian malnutrisi telah menurunkan prevalensi stunting, gizi kurang/buruk dan underweight, namun capaian tersebut belum memenuhi sasaran SDGs sampai tahun 2030,” ujarnya.

Electronic money exchangers listing

Sebelumnya, terdapat studi nan mengaitkan hubungan pajanan merkuri dengan ukuran antropometri anak pada fase prenatal dan pascanatal.  Temuan tersebut diperkuat oleh beberapa studi lainnya nan menyebut adanya hubungan antara merkuri dan nutrisi.

Dia menjelaskan,  dampaknya merkuri menginaktivasi enzim untuk metabolisme karbohidrat, menghalang sintesis protein, menghalang aktivitas antioksidan, meningkatkan peroksidase lipid, serta mengganggu penyerapan vitamin dan mineral.

Kondisi tersebut mengakibatkan  gangguan penyerapan unsur gizi, meningkatkan akibat penyakit jangkitan dan  mengganggu pertumbuhan tulang dan tulang rawan, pembentukan sel darah merah, dan regenerasi sel, serta  mempengaruhi sekresi hormon pertumbuhan (Growth Hormone).

Selama ini pencegahan masalah gizi tetap berfokus pada intervensi gizi, namun belum memperhatikan keterlibatan pajanan logam berat seperti merkuri dalam kerangka kerja dunia lantaran minimnya penelitian terkait.

Nurhalina menjealaskan tujuan penelitian desertasi tersebut  untuk menilai akibat pajanan merkuri terhadap status gizi balita dengan menggunakan pendekatan  cross-sectional study, terhadap 146 balita nan berdomisili di wilayah pertambangan emas skala kecil.

Hasil penelitian Nurhalina menunjukkan bahwa responden terpajan merkuri melalui konsumsi ikan nan terkontaminasi merkuri. Asupan merkuri melalui konsumsi ikan berkisar antara 0,020 – 0,0609 mg/kg/hari dengan nilai median 0,20 mg/kg/ hari.

PROKALTENG.CO –  Penelitian nan dilakukan dalam disertasi ahli di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia mengungkap adanya hubungan antara pajanan merkuri di wilayah pertambangan emas skala mini Kabupaten Gunung Mas dengan meningkatnya akibat gizi buruk, stunting, dan underweight pada balita.

Itu diangkat oleh Mahasiswa Program Studi S3 Epidemiologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Nurhalina pada sidang terbuka Promosi Doktor Epidemiolog dengan promovendus, Jumat (26/6).

Sidang ini dipimpin oleh Dr.dr.Helda, M.Kes, dengan Promotor Dr.dr.Tri Yunis Miko Wahyono, M.Sc, dan Ko-promotor dr.Syahrizal Syarif,MPH.,Ph.D dan Prof.Drs.Bambang Wispriyono, Apt.,Ph.D.

Electronic money exchangers listing

Bertindak sebagai pengetes ialah Prof.Dr.Besral, SKM, M.Sc., Prof. Dr. drg.Ririn Arminsih Wulandari, M.Kes, dr. Soewarta Kosen, MPH, Dr.PH., Dr. Suwito, S.K.M., M.Kes, M.H.

Nurhalina telah mempertahankan disertasi nan berjudul “Dampak pajanan merkuri terhadap status gizi Balita di wilayah pertambangan emas skala mini Kabupaten Gunung Mas. Sidang dilaksanakan secara hybrid di Aula FKM Universitas Indonesia dan zoom meeting.

Nurhalina dalam paparannya menyampaikan, status gizi anak merupakan salah satu parameter keberhasilan kebijakan pembangunan nasional.

“Pada tahun 2020, terdapat 149,2 juta alias 22  persen anak di bawah usia lima tahun nan kandas mencapai potensi tumbuh kembang mereka di negara berpenghasilan rendah dan menengah.  Dalam beberapa tahun terakhir,  strategi pengendalian malnutrisi telah menurunkan prevalensi stunting, gizi kurang/buruk dan underweight, namun capaian tersebut belum memenuhi sasaran SDGs sampai tahun 2030,” ujarnya.

Sebelumnya, terdapat studi nan mengaitkan hubungan pajanan merkuri dengan ukuran antropometri anak pada fase prenatal dan pascanatal.  Temuan tersebut diperkuat oleh beberapa studi lainnya nan menyebut adanya hubungan antara merkuri dan nutrisi.

Dia menjelaskan,  dampaknya merkuri menginaktivasi enzim untuk metabolisme karbohidrat, menghalang sintesis protein, menghalang aktivitas antioksidan, meningkatkan peroksidase lipid, serta mengganggu penyerapan vitamin dan mineral.

Kondisi tersebut mengakibatkan  gangguan penyerapan unsur gizi, meningkatkan akibat penyakit jangkitan dan  mengganggu pertumbuhan tulang dan tulang rawan, pembentukan sel darah merah, dan regenerasi sel, serta  mempengaruhi sekresi hormon pertumbuhan (Growth Hormone).

Selama ini pencegahan masalah gizi tetap berfokus pada intervensi gizi, namun belum memperhatikan keterlibatan pajanan logam berat seperti merkuri dalam kerangka kerja dunia lantaran minimnya penelitian terkait.

Nurhalina menjealaskan tujuan penelitian desertasi tersebut  untuk menilai akibat pajanan merkuri terhadap status gizi balita dengan menggunakan pendekatan  cross-sectional study, terhadap 146 balita nan berdomisili di wilayah pertambangan emas skala kecil.

Hasil penelitian Nurhalina menunjukkan bahwa responden terpajan merkuri melalui konsumsi ikan nan terkontaminasi merkuri. Asupan merkuri melalui konsumsi ikan berkisar antara 0,020 – 0,0609 mg/kg/hari dengan nilai median 0,20 mg/kg/ hari.

Sumber prokalteng