Paperboard Jadi Andalan Industri F&b Di Tren Kemasan Ramah Lingkungan

Sedang Trending 3 jam yang lalu

Jakarta -

Meningkatnya kesadaran masyarakat bakal rumor keberlanjutan mendorong industri pengemasan (packaging) di Indonesia untuk berbenah. Kini, bungkusan dituntut kudu ramah lingkungan, kondusif bagi kesehatan, sekaligus bisa mendongkrak efisiensi produksi.

Hal ini menjadi sorotan utama dalam Print and Pack Symposium jenis kedua nan digelar di Surabaya. Mengusung tema "Harmonizing Technology and Process to Drive Packaging Productivity", aktivitas ini mengulas gimana material bungkusan berbasis serat kayu seperti paperboard menjadi salah satu tulang punggung bagi sektor makanan, minuman, hingga premium packaging untuk kosmetik dan farma

Dalam simposium ini, para pelaku industri juga membahas gimana sinkronisasi seluruh komponen produksi. Hal ini meliputi pemilihan material kertas bungkusan (paperboard), penggunaan tinta/coating, teknologi mesin, hingga proses finishing menjadi poin krusial demi mendorong produktivitas kemasan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kolaborasi Lintas Sektor

APRIL GroupFoto: dok. APRIL Group

Dihadiri lebih dari 150 peserta, Simposium menghadirkan kerjasama lintas sektor dari hulu ke hilir. APRIL Group datang memperkenalkan BoardOne™-rangkaian paperboard nan dirancang untuk beragam kebutuhan dengan menggabungkan kekuatan struktur, keahlian cetak optimal, elastisitas desain, serta dapat didaur ulang.

Deputy Global Commercial Head - Paperboard APRIL, Sofyan Panding, menegaskan kepatuhan terhadap standar keamanan pangan telah menjadi prioritas utama perusahaan.

"Melalui BoardOne™, kami tidak hanya menyediakan material nan ramah lingkungan dan tersertifikasi, tetapi juga memberikan solusi teknis nan membantu pelaku industri meningkatkan daya saing produk mereka, baik di pasar domestik maupun mancanegara," ujar Sofyan dalam keterangannya, Senin (15/6/2026).

Melalui teknologi BoardOne, APRIL Group mendukung dua sektor nan sedang tumbuh pesat, ialah food services dan bungkusan makanan kaku (frozen food packaging). Untuk sektor food services, teknologi BoardOne™ diaplikasikan secara luas pada produk harian seperti paper cups, bowls, trays, lunch boxes, hingga paper plate. Sementara untuk pasar frozen food, bungkusan telah dirancang unik dengan ketahanan tinggi terhadap kelembapan dan suhu ekstrem tanpa mengorbankan keamanan pangan.

Material paperboard, seperti BoardOne™ berkedudukan krusial dalam industri kemasan. Selain menjadi komponen terbesar dalam struktur biaya produksi, paperboard berbobot tinggi bakal menentukan kelancaran proses cetak, efisiensi penggunaan tinta, stabilitas proses finishing, hingga kualitas produk akhir.

Selain penyedia material, teknologi mesin cetak global, Heidelberg pun datang dan menekankan pentingnya presisi pengaturan mesin agar hasil cetak optimal. Sementara BOBST menyoroti sinkronisasi material untuk memastikan proses die-cutting melangkah jeli tanpa merusak struktur kemasan.

Dari sektor consumables, Hubergroup menjelaskan peran tinta dalam menjaga ketajaman warna pada permukaan paperboard. Sedangkan Wohing Overtek memaparkan pentingnya kesesuaian pisau pangkas dengan aplikasi produk. Dalam obrolan teknis tersebut, para panelis sepakat pemilihan material bungkusan nan betul sejak awal serta uji coba (trial) sebelum produksi massal adalah kunci menjaga standar kualitas.

Urgensi Material Kemasan Berkelanjutan

APRIL GroupFoto: dok. APRIL Group

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong penggunaan bungkusan berkelanjutan, terutama berbasis kertas alias paperboard untuk menekan sampah plastik sekaligus meningkatkan daya saing industri makanan dan minuman (mamin). Kemasan jenis ini diketahui telah menyumbang sekitar 28% dari total penggunaan bungkusan di industri mamin nasional.

Dari sisi global, permintaan bungkusan berbasis serat (fiber-based packaging) juga terus meningkat. Tren ini didorong oleh kebutuhan industri bakal material nan berasal dari sumber daya terbarukan, dapat didaur ulang, serta memenuhi standar keamanan pangan nan kian ketat.

Produk bungkusan tidak hanya kudu kuat, tetapi juga kudu bebas dari Optical Brightening Agent (OBA) alias unsur pemutih tambahan agar dapat memenuhi standar audit BPOM maupun FDA internasional.

Sinergi Teknologi dan Efisiensi

Kesuksesan transisi menuju bungkusan berkepanjangan memerlukan pengharmonisan hubungan antara material, tinta, dan presisi mesin berkecepatan tinggi. Para master mengingatkan material kertas nan menyantap porsi 50% hingga 70% dari total biaya bungkusan bukanlah sebuah pemborosan, melainkan investasi jangka panjang untuk memangkas biaya operasional secara keseluruhan

Penggunaan material berbobot tinggi terbukti bisa mengoptimalkan performa mesin otomatis, menekan limbah sisa (waste), serta mempercepat waktu produksi. Keunggulan teknis inilah nan mau dihadirkan oleh APRIL Group bagi para mitranya.

Melalui lini produk BoardOne™ nan telah tersertifikasi PEFC, APRIL Group tidak hanya menawarkan efisiensi operasional dan mutu nan ketat, tetapi juga support terhadap industri bungkusan Tanah Air.


(prf/ega)

Sumber finance