Operasi Katarak Kini Bisa Disesuaikan Dengan Gaya Hidup

Sedang Trending 1 jam yang lalu

CNN Indonesia

Senin, 25 Mei 2026 15:00 WIB

Ada beberapa jenis lensa nan bisa digunakan pasien setelah operasi katarak. Ilustrasi. Ada beberapa jenis lensa nan bisa digunakan pasien setelah operasi katarak. (iStockphoto/Vladislav Stepanov)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Katarak selama ini identik dengan gangguan penglihatan pada usia lanjut. Namun, perkembangan teknologi membikin penanganan katarak sekarang tidak lagi sekadar menghilangkan lensa mata nan keruh, tetapi juga membantu pasien mendapatkan kualitas penglihatan nan lebih sesuai dengan aktivitas sehari-hari.

Dokter ahli mata di Jakarta Eye Center, Nina Asrini Noor menjelaskan, katarak dapat ditangani melalui prosedur operasi dengan langkah mengangkat lensa mata nan keruh dan menggantinya dengan lensa buatan alias intraocular lens (IOL).

"Dulu, operasi katarak sering dipahami sebatas mengangkat lensa nan keruh. Kini, dengan teknologi modern seperti FLACS dan pilihan lensa tanam nan semakin beragam, pasien tidak hanya dibantu untuk memandang kembali, tetapi juga untuk mendapatkan kualitas penglihatan nan lebih sesuai dengan aktivitas dan style hidupnya," ujar Nina saat media brieifing nan digelar JEC di area Jakarta Selatan, Rabu (20/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Operasi katarak sendiri termasuk prosedur nan umum dilakukan dan mempunyai tingkat keberhasilan tinggi. Kini, teknologi bedah juga berkembang menjadi lebih presisi melalui metode Femtosecond Laser-Assisted Cataract Surgery (FLACS).

Apa itu FLACS?

FLACS merupakan teknologi operasi katarak nan menggunakan laser femtosecond dengan support sistem pencitraan optik dan komputer. Teknologi ini membantu beberapa tahapan krusial dalam operasi, mulai dari pembuatan sayatan kornea, pembukaan kapsul lensa, hingga pemecahan lensa nan keruh sebelum diganti dengan lensa tanam.

Presisi menjadi salah satu kelebihan utama FLACS. Teknologi ini memungkinkan master menyesuaikan tindakan operasi dengan kondisi mata pasien secara lebih terukur, termasuk anatomi mata, tingkat keparahan katarak, kebutuhan penglihatan, hingga jenis lensa tanam nan bakal digunakan.

Dengan pendekatan nan lebih personal, operasi katarak sekarang juga menjadi bagian dari perencanaan kualitas penglihatan jangka panjang pasien.

Mengenal lensa tanam pada operasi katarak

Dalam operasi katarak, lensa alami mata nan sudah keruh bakal digantikan dengan lensa buatan mini nan disebut intraocular lens (IOL). Lensa inilah nan nantinya sangat menentukan kualitas penglihatan pasien setelah operasi.

Seiring perkembangan teknologi, pilihan lensa tanam sekarang semakin beragam dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan visual masing-masing pasien.

Menurut Nina, pilihan lensa tanam nan tersedia saat ini mencakup lensa monofokal, multifokal, Extended Depth of Focus (EDOF), hingga toric untuk pasien dengan mata silinder.

"Pemilihan lensa tanam nan tepat menjadi semakin krusial lantaran kebutuhan penglihatan setiap orang berbeda. Seseorang nan banyak membaca, bekerja di depan laptop, dan aktif menggunakan gawai tentu mempunyai kebutuhan visual nan berbeda dengan mereka nan lebih sering berkendara, bekerja di luar ruangan, alias menjalani aktivitas sosial nan tinggi," jelasnya.

Jenis-jenis lensa tanam

1. Lensa tanam monofokal

Lensa monofokal dirancang untuk membantu penglihatan pada satu jarak konsentrasi tertentu, umumnya jarak jauh. Pasien nan menggunakan lensa ini biasanya tetap memerlukan kacamata untuk membaca alias aktivitas jarak dekat lainnya.

Namun, beberapa ragam lensa monofokal sekarang juga tersedia, seperti aspheric nan membantu meningkatkan ketajaman visual dan kontras, hingga monofokal plus nan dapat membantu aktivitas jarak menengah seperti bekerja di depan komputer.

2. Lensa tanam multifokal

Lensa multifokal mempunyai beberapa area konsentrasi untuk membantu penglihatan jarak jauh, menengah, dan dekat sekaligus.

Jenis lensa ini cocok bagi pasien nan aktif dan mau mengurangi ketergantungan pada kacamata untuk beragam aktivitas, mulai dari membaca, bekerja dengan komputer, hingga berkendara.

3. Lensa tanam EDOF

Extended Depth of Focus (EDOF) dirancang untuk memperluas rentang konsentrasi penglihatan, terutama dari jarak jauh hingga menengah.

Lensa ini dinilai dapat memberikan transisi penglihatan nan lebih natural, terutama untuk aktivitas modern seperti memandang layar komputer, membaca dashboard kendaraan, hingga mobilitas sehari-hari.

4. Lensa tanam toric

Bagi pasien dengan astigmatisme alias mata silinder, lensa toric dapat membantu mengoreksi silinder sekaligus saat operasi katarak dilakukan.

Koreksi toric juga dapat dikombinasikan dengan jenis lensa lain, baik monofokal, multifokal, maupun EDOF, sesuai kebutuhan pasien.

(tis/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-lifestyle