PROKALTENG.CO-Klasemen Moto3 2026 mengalami perubahan besar setelah pembalap Leopard Racing, Adrian Fernandez, resmi didiskualifikasi dari enam balapan akibat pelanggaran teknis mengenai mesin.
Keputusan tersebut tidak hanya membikin Fernandez kehilangan nyaris seluruh poinnya, tetapi juga menguntungkan pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama.
Panel Steward FIM MotoGP menjatuhkan hukuman diskualifikasi kepada Fernandez dari Grand Prix Thailand, Brasil, Amerika Serikat, Spanyol, Prancis, dan Catalunya setelah ditemukan bukti adanya kombinasi tangan tanpa izin pada dua mesin nan digunakannya sepanjang musim ini.
Akibat keputusan tersebut, Fernandez nan sebelumnya menempati ranking ketiga klasemen sementara Moto3 kehilangan sebagian besar poin nan telah dikumpulkannya.
FIM Temukan Pelanggaran pada Dua Mesin
Kasus ini bermulai setelah Grand Prix Prancis ketika Honda mengusulkan prosedur standar pembukaan segel mesin nan telah mencapai pemisah masa pakai.
Saat pemeriksaan dilakukan, pengawas teknis menemukan segel kawat pada mesin bernomor A810 milik Fernandez tidak sesuai dengan prosedur penyegelan resmi.
Pemeriksaan lebih lanjut kemudian menemukan indikasi pengrusakan pada stiker segel mesin.
Berdasarkan hasil investigasi, Direktur Teknis dan panel steward menyimpulkan bahwa integritas sistem penyegelan telah dirusak dan mesin dibuka tanpa izin.
Tindakan tersebut dinilai melanggar Pasal 2.6.3.3 Peraturan Kejuaraan Dunia Grand Prix FIM mengenai ketahanan mesin Moto3 serta Pasal 3.3.2.2 mengenai tindakan nan merugikan kepentingan olahraga.
Sebagai konsekuensinya, hasil Fernandez di Grand Prix Thailand, Brasil, Amerika Serikat, dan Spanyol dibatalkan.
PROKALTENG.CO-Klasemen Moto3 2026 mengalami perubahan besar setelah pembalap Leopard Racing, Adrian Fernandez, resmi didiskualifikasi dari enam balapan akibat pelanggaran teknis mengenai mesin.
Keputusan tersebut tidak hanya membikin Fernandez kehilangan nyaris seluruh poinnya, tetapi juga menguntungkan pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama.
Panel Steward FIM MotoGP menjatuhkan hukuman diskualifikasi kepada Fernandez dari Grand Prix Thailand, Brasil, Amerika Serikat, Spanyol, Prancis, dan Catalunya setelah ditemukan bukti adanya kombinasi tangan tanpa izin pada dua mesin nan digunakannya sepanjang musim ini.
Akibat keputusan tersebut, Fernandez nan sebelumnya menempati ranking ketiga klasemen sementara Moto3 kehilangan sebagian besar poin nan telah dikumpulkannya.
FIM Temukan Pelanggaran pada Dua Mesin
Kasus ini bermulai setelah Grand Prix Prancis ketika Honda mengusulkan prosedur standar pembukaan segel mesin nan telah mencapai pemisah masa pakai.
Saat pemeriksaan dilakukan, pengawas teknis menemukan segel kawat pada mesin bernomor A810 milik Fernandez tidak sesuai dengan prosedur penyegelan resmi.
Pemeriksaan lebih lanjut kemudian menemukan indikasi pengrusakan pada stiker segel mesin.
Berdasarkan hasil investigasi, Direktur Teknis dan panel steward menyimpulkan bahwa integritas sistem penyegelan telah dirusak dan mesin dibuka tanpa izin.
Tindakan tersebut dinilai melanggar Pasal 2.6.3.3 Peraturan Kejuaraan Dunia Grand Prix FIM mengenai ketahanan mesin Moto3 serta Pasal 3.3.2.2 mengenai tindakan nan merugikan kepentingan olahraga.
Sebagai konsekuensinya, hasil Fernandez di Grand Prix Thailand, Brasil, Amerika Serikat, dan Spanyol dibatalkan.
2 jam yang lalu


English (US) ·
Indonesian (ID) ·