Pasca Kasus Korupsi Eks Bos Bgn “rp1 Miliar Per Hari”, Nasib Motor Listrik Mbg?

Sedang Trending 1 jam yang lalu

PROKALTENG.CO-Skandal dugaan korupsi yang menjerat mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan dua wakilnya terus menjadi sorotan publik.

Salah satu klaster penyelewengan nan paling menyita perhatian adalah pengadaan 21.801 unit motor listrik untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam menyokong program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Tak tanggung-tanggung, BGN di bawah kepemimpinan Dadan diketahui telah menggelontorkan biaya dahsyat mencapai Rp1,03 triliun kepada PT YAT selaku pihak vendor penyedia kendaraan.

Belakangan, Kejaksaan Agung (Kejagung) membongkar adanya praktik penggelembungan anggaran (markup) masif serta kebenaran bahwa PT YAT sebenarnya tidak memenuhi syarat lantaran tidak mempunyai jaringan diler ataupun bengkel aktif.

Di tengah bergulirnya proses hukum, muncul pertanyaan besar, gimana nasib puluhan ribu motor listrik operasional tersebut?

Apakah puluhan ribu motor trail dan skuter merek Emmo tersebut tetap dibagikan ke wilayah alias justru disita oleh negara sebagai peralatan bukti?

PROKALTENG.CO-Skandal dugaan korupsi yang menjerat mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan dua wakilnya terus menjadi sorotan publik.

Salah satu klaster penyelewengan nan paling menyita perhatian adalah pengadaan 21.801 unit motor listrik untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam menyokong program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Tak tanggung-tanggung, BGN di bawah kepemimpinan Dadan diketahui telah menggelontorkan biaya dahsyat mencapai Rp1,03 triliun kepada PT YAT selaku pihak vendor penyedia kendaraan.

Electronic money exchangers listing

Belakangan, Kejaksaan Agung (Kejagung) membongkar adanya praktik penggelembungan anggaran (markup) masif serta kebenaran bahwa PT YAT sebenarnya tidak memenuhi syarat lantaran tidak mempunyai jaringan diler ataupun bengkel aktif.

Di tengah bergulirnya proses hukum, muncul pertanyaan besar, gimana nasib puluhan ribu motor listrik operasional tersebut?

Apakah puluhan ribu motor trail dan skuter merek Emmo tersebut tetap dibagikan ke wilayah alias justru disita oleh negara sebagai peralatan bukti?

Sumber prokalteng