Mitos Palsu Tapi Dipercaya Terkait Inovasi Kereta Api: Bisa Bikin Rahim Lepas

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta -

Hoaks sering kali muncul ketika suatu penemuan alias penemuan terjadi. Sebut saja ketika telepon pertama kali ditemukan, orang-orang dulu meyakini bahwa penemuan dari Alexander Graham Bell itu dapat mengirim roh jahat. Atau ketika kereta api ditemukan, orang-orang takut rahim bisa copot jika berani menaikinya.

Ketika kereta api mulai beroperasi, orang-orang cemas rahim wanita bakal keluar dari memek mereka jika kendaraan tersebut melaju melampaui kecepatan tertentu. Meski kedengarannya aneh, ketakutan itu dapat dimengerti.

Selama berabad-abad, orang hanya dapat berambisi untuk sampai dari Londinium ke Yerusalem dalam 53,5 hari. Sehingga, orang-orang cemas tentang teknologi baru nan dapat membawa mereka melaju di atas tanah dengan kecepatan hingga 16 kilometer per jam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kecepatan nan sangat besar penuh dengan ancaman bagi pernapasan, dan masam karbonat nan dihasilkan oleh bahan bakar saat melewati terowongan panjang pasti bakal menyebabkan sesak napas lantaran 'kerusakan atmosfer'," begitu bunyi kekhawatiran nan sempat ditulis beberapa tahun kemudian di Lancet.

Antropolog budaya Genevieve Bell mengatakan kepada Wall Street Journal TECH bahwa orang-orang percaya bahwa jika kereta api melaju di atas 80 km/jam, ini dapat membikin rahim bakal terlempar keluar dari tubuh mereka saat dipercepat hingga kecepatan tersebut.

IFLScience tidak dapat menemukan referensi tentang kecepatan spesifik nan disebutkan di atas, detikINET pun mencoba mencarinya tapi tidak ketemu.

Akan tetapi, tampaknya apalagi master pada masa itu mempunyai kekhawatiran mengenai tubuh wanita (kemungkinan besar dipengaruhi oleh seksisme nan besar), termasuk pendapat bahwa rahimnya bakal bergeser dan terlepas jika dia berjalan dengan kapal alias kereta api tepat sebelum menstruasinya.

"Jika seorang wanita berangkat untuk pelayaran laut alias perjalanan kereta api sehari sebelum menstruasinya semestinya datang, dia kemungkinan besar bakal melewatkan satu periode menstruasi, dan mungkin lebih. Atau, jika menstruasi datang, dia mungkin mengalami penderitaan nan lebih dahsyat dari biasanya. Jika terlalu sedikit, alias terlalu banyak, dia mungkin bakal sakit parah. Sebagai akibat tidak langsung, dia kemungkinan bakal menderita beberapa corak fleksi alias dislokasi uterus," tulis seorang master di New England Medical Gazette.


(ask/fay)


Sumber detik-inet