Minuman Ini Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Hati, Begini Temuan Riset

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta -

Minuman manis alias bersoda mungkin disukai banyak orang. Namun, asupan minuman ini kudu dikurangi, karena rutin mengonsumsinya bisa berakibat negatif pada tubuh, salah satunya hati.

Dikutip dari laman Medical Xpress, para peneliti menganalisis info pola makan lebih dari 1,5 juta orang dewasa dalam 11 penelitian jangka panjang. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah minuman manis dengan gula tambahan alias nan dimaniskan menggunakan pemanis buatan berasosiasi dengan akibat kanker hati.

Para peserta mengisi kuesioner gelombang makanan dan dipantau melalui registrasi kanker negara bagian alias survei kesehatan selama rata-rata nyaris 18 tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasilnya, mengonsumsi minuman manis dengan gula tambahan alias sugar-sweetened beverages (SSB) lebih tinggi dikaitkan dengan peningkatan akibat dua subtipe utama kanker hati, karsinoma hepatoseluler dan kolangiokarsinoma intrahepatik. Sebaliknya, minuman dengan pemanis buatan alias artificially sweetened beverages (ASB) tidak mengenai dengan kanker hati secara keseluruhan alias dengan salah satu subtipe-nya. Studi ini dipimpin oleh Cocy Watling dari National Cancer Institute dan diterbitkan pada 10 Juni 2026 di JAMA Network Open.

Meski tidak membuktikan bahwa minuman manis bisa menyebabkan kanker hati, para penulis mengatakan, temuan mereka menambah bukti bahwa semakin banyak hubungan antara minuman manis dan akibat jelek pada kesehatan jangka panjang. Sebelumnya, mengonsumsi terlalu banyak gula juga berakibat pada beragam penyakit.

Dikutip dari laman Harvard Health Publishing, mengonsumsi terlalu banyak gula sudah dikenal bisa meningkatkan akibat obesitas dan diabetes. Pada penelitian 2023 di BMC Medicine, ada kajian info dari 110.000 orang selama sembilan tahun, hasilnya menunjukkan konsumsi gula tambahan dalam jumlah tinggi meningkatkan akibat penyakit jantung dan stroke lebih besar. Semakin banyak asupan gula tambahan, semakin tinggi risikonya.

Kadar gula nan tinggi membebani hati, tempat karbohidrat dari makanan diubah menjadi lemak. Seiring waktu, perihal ini bisa menyebabkan penumpukan lemak nan lebih besar, nan bisa berkembang menjadi penyakit hati berlemak, aspek pemicu diabetes, sehingga meningkatkan akibat penyakit jantung.


(elk/naf)

Sumber detik-health