Mengenal Intellibron Aman Enterprise, Solusi Keamanan Siber Buatan Indonesia

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta -

ITSEC Asia bersiap meluncurkan penemuan terbaru berjulukan IntelliBron Aman Enterprise dalam waktu dekat. Produk ini diklaim sebagai solusi pertama di Indonesia nan menghadirkan perlindungan keamanan siber mobile tingkat enterprise.

Menariknya, jasa ini bakal tersedia bagi seluruh personil lembaga seperti karyawan, siswa, hingga aparatur pemerintah tanpa membebani biaya pribadi. Langkah ini sejalan dengan visi awal perusahaan nan dibangun pada tahun 2010 silam. ITSEC Asia meyakini bahwa sistem keamanan siber nan kuat tidak boleh hanya dimonopoli oleh organisasi raksasa dengan anggaran keamanan nan besar.

Melalui IntelliBron Aman Enterprise, perusahaan mencoba menutup salah satu celah paling rentan dalam sistem keamanan organisasi, ialah penggunaan perangkat mobile pribadi oleh karyawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini, ancaman digital nan menyasar pengguna di Indonesia semakin mengerikan. Mulai dari sisipan malware tersembunyi, penipuan nan menyamar sebagai lembaga resmi, pencurian info finansial, hingga aplikasi rawan nan disisipi gambling online. Satu perangkat nan terinfeksi bisa menjadi pintu masuk hacker untuk meretas seluruh sistem organisasi.

Sistem baru ini menggunakan pendekatan institusi. Sekolah, lembaga pemerintah, alias perusahaan swasta cukup berlangganan platform dan mendapatkan kode aktivasi khusus. Setiap personil alias tenaga kerja kemudian dapat mengunduh aplikasi resmi dan mengaktifkannya menggunakan kode tersebut secara gratis.

"Ancaman nan dihadapi masyarakat Indonesia di ponsel mereka saat ini bukanlah abstraksi teknis. Tapi merupakan penipuan finansial nan dapat mengosongkan rekening bank, malware nan membajak dompet digital, dan platform nan mengeksploitasi pengguna nan rentan. IntelliBron Aman Enterprise adalah jawaban kami: lembaga Anda melindungi Anda, dan tidak dipungut biaya apa pun," tegas Presiden Direktur ITSEC Asia, Patrick Dannacher, dalam keterangan nan diterima detikINET.

Selain merilis produk baru, perusahaan juga terus berupaya menjawab kesenjangan talenta digital di Tanah Air dengan mendirikan ITSEC Cyber and AI Academy pada tahun 2025 lalu. Akademi ini konsentrasi pada penguatan kapabilitas praktis dalam manajemen akibat siber, tata kelola, dan mengambil kepintaran buatan, demikian dikutip detikINET dari keterangan tertulis ITSEC Asia, Jumat (17/4/2026).

Seiring dengan pesatnya laju transformasi digital di sektor pemerintahan, keuangan, dan pendidikan, tantangan keamanan tentu bakal semakin kompleks. Kehadiran solusi enterprise nan bisa diakses cuma-cuma oleh tenaga kerja ini rasanya bisa menjadi standar baru dalam penerapan keamanan siber lembaga di masa depan.

Menandai kematangan bisnisnya, ITSEC mencatatkan rekor keahlian finansial nan sangat kuat pada tahun 2025 lalu. Pendapatan perusahaan melonjak tajam hingga menembus Rp 527,1 miliar, nan mencerminkan pertumbuhan sekitar 62 persen secara tahunan (Year-on-Year).

Perusahaan juga sukses membukukan untung bersih sebesar Rp 65,4 miliar. Pencapaian ini menandai langkah krusial dalam transformasi mereka menjadi upaya keamanan siber nan semakin terukur dan berkepanjangan di kancah nasional maupun regional.

Sejak bermulai dari penyedia jasa di Jakarta, ITSEC Asia sekarang telah berkembang menjadi perusahaan publik dengan operasi di lima negara, ialah Indonesia, Singapura, Australia, Uni Emirat Arab, dan Mauritius. Mereka didukung oleh lebih dari 400 ahli dan telah merampungkan lebih dari 7.000 proyek keamanan siber.


(asj/asj)

Sumber detik-inet