SAMPIT – Di tengah riak gelombang sungai nan menjadi urat nadi kehidupan masyarakat Kalimantan Tengah khususnya di Kotawaringin Timur, sebuah kapal polisi tampak membelah arus dengan misi nan berbeda. Kapal Polisi XVIII-2005 milik Ditpolairud Polda Kalteng tidak sedang melakukan pengejaran hukum, melainkan membawa angan melalui jasa Klinik Terapung, Kamis 23 April 2026.
Layanan ini datang sebagai oase bagi masyarakat bantaran sungai nan selama ini mengalami keterbatasan akses menuju akomodasi kesehatan darat.
Program klinik terapung ini didesain unik untuk menyentuh titik-titik pemukiman nan susah dijangkau transportasi darat.
Dengan akomodasi medis nan tersedia di atas kapal, tim kesehatan Ditpolairud memberikan beragam jasa secara gratis, di antaranya:
Pemeriksaan Kesehatan Umum: Pengecekan tensi, gula darah, dan konsultasi keluhan kesehatan.
Pengobatan Ringan: Pemberian obat-obatan bagi penduduk nan memerlukan penanganan cepat.
Edukasi Kesehatan: Sosialisasi pola hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada family di pinggiran sungai.
Menjalankan misi kesehatan di atas perairan bukan tanpa kendala. Para petugas medis dan personel kepolisian kudu berjibaku dengan:
1. Arus Sungai nan Deras: Menuntut skill navigasi tinggi agar kapal tetap stabil saat pelayanan.
2. Cuaca nan Tidak Menentu: Terik mentari dan hujan seringkali menyertai perjalanan panjang mereka.
3. Jarak Tempuh: Menghabiskan waktu berjam-jam untuk mencapai desa–desa di pedalaman.
“Semangat personel kami adalah membantu sesama. Meski kudu menembus arus deras, memandang senyum penduduk nan terbantu adalah penghasilan nan setimpal,” ujar Dirpolairud Polda Kalteng, Kombes Pol. Dony Eka Putra.
Kehadiran Klinik Terapung Kapal Polisi XVIII-2005 juga menjadi jembatan pendekatan humanis antara lembaga Polri dan masyarakat. Interaksi nan terjadi di atas gelombang sungai ini menciptakan komunikasi nan hangat, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri sebagai pengayom masyarakat.
Diharapkan, langkah nyata ini dapat terus bersambung dan jangkauan wilayahnya semakin meluas. Inisiatif Ditpolairud Polda Kalteng ini menjadi bukti bahwa keterbatasan geografis bukanlah penghalang untuk memberikan pelayanan kesehatan nan prima bagi seluruh lapisan masyarakat.(im/bs)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·