Jakarta -
Komputer desktop terkecil Apple, Mac Mini, mendadak menjadi peralatan langka di pasaran. Varian Mac Mini dan Mac Studio dengan kapabilitas memori (RAM) besar sekarang makin susah ditemukan akibat tingginya permintaan dari para developer dan pengguna kelas berat.
Padahal, perangkat ini sebelumnya hanya dianggap sebagai produk niche alias pelengkap di portofolio Apple. Menurut perkiraan Consumer Intelligence Research Partners (CIRP), Mac Mini hanya menyumbang sekitar 3 persen dari total penjualan Mac di AS pada tahun lalu.
Namun, posisinya sekarang berubah drastis. Dalam beberapa bulan terakhir, desktop ringkas ini muncul sebagai platform favorit untuk menjalankan pemasok kepintaran buatan (AI) lokal. Tren industri memang mulai bergeser dari pemrosesan berbasis cloud (komputasi awan) ke pemrosesan di dalam perangkat (on-device).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menjalankan model bahasa besar (LLM) secara lokal tentu memerlukan RAM hingga puluhan gigabyte. Mac Mini berkekuatan Apple Silicon dinilai menjadi solusi paling terjangkau untuk menangani beban kerja tersebut tanpa kudu pusing memikirkan biaya langganan token cloud nan mahal.
Kelangkaan ini terlihat jelas di toko resmi Apple. Konfigurasi memori besar, seperti Mac Mini M4 dengan RAM 32GB dan jenis M4 Pro dengan RAM 64GB, dilaporkan ludes terjual. Bahkan, agenda pengiriman untuk konfigurasi tertentu diprediksi molor hingga 12 minggu.
Menariknya, kelangkaan ini tidak menimpa lini MacBook Pro. Laptop flagship Apple tersebut tetap tersedia luas meski untuk konfigurasi RAM jumbo hingga 128GB sekalipun. Varian Mac dengan memori rendah juga tidak mengalami penundaan pengiriman sama sekali.
"Apple sepertinya terjebak oleh banyaknya orang nan membeli Mac Mini untuk menjalankan Clawdbot (OpenClaw). Lonjakan permintaan ini mustahil diprediksi pada beberapa bulan nan lalu," ujar Vice President IDC, Francisco Jeronimo.
Kendala pasokan ini juga mencerminkan strategi kehati-hatian Apple dalam mengatur inventaris. Salah satu pendiri CIRP, Michael Levin, menyebut bahwa Apple tidak mau mengambil akibat memproduksi terlalu banyak unit jika sewaktu-waktu tren permintaan AI lokal ini tiba-tiba mereda.
Spekulasi lain menyebut bahwa pengetatan pasokan ini sengaja dilakukan Apple menjelang siklus penyegaran produk chip M5. Namun, analis utama di Omdia, Kieren Jessop, membantah perihal tersebut. Menurutnya, jika ini murni strategi jelang rilis produk baru, kelangkaan semestinya berakibat pada seluruh varian, bukan hanya jenis memori besar.
Isu kelangkaan chip RAM dunia akibat masifnya pembangunan prasarana AI memang sedang melanda industri PC dan smartphone, demikian dikutip detikINET dari The Wall Street Journal, Rabu (22/4/2026).
Meski begitu, pendekatan Apple nan mengintegrasikan memori langsung ke dalam kreasi chip bawaan (system-on-chip) semestinya melindungi mereka dari tekanan rantai pasok global. Seperti nan ditegaskan oleh Jeronimo, jika perusahaan sekelas Apple saja kesulitan mendapatkan pasokan memori, maka dipastikan tidak ada perusahaan lain nan bisa mendapatkannya.
(asj/asj)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·