Gung Ina (25) nan tinggal di Ubud, Bali menceritakan pengalamannya menjalani perawatan akibat luka bakar hingga 85 persen dan gimana langkah dia untuk tetap percaya diri dengan jejak luka nan ada di kulitnya. Kisahnya viral di media sosial TikTok, ada banyak netizen nan kagum dengan perjalanan hidup pemilik akun @innacahyaa itu.
Kejadiannya terjadi pada 2002 ketika dia tetap berumur 2 tahun. Pada saat itu, keluarganya sedang mengadakan aktivitas Rahinan dan masak bersama.
Karena sangat aktif, Ina lepas dari pengawasan. Ia terbangun dari tidur dan langsung berlari ke wajan berisi minyak panas nan digunakan saudaranya untuk masak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kejadiannya itu terjadi dalam sekejap mata, sebagian kiri tubuh kecilku terkena minyak goreng panas itu," cerita Ina pada detikcom, Rabu (1/4/2026).
Ina akhirnya dilarikan ke rumah sakit dan dia mengalami luka bakar derajat tiga nyaris 85 persen. Bahkan, master saat itu sempat mengatakan kemungkinan Ina tidak bakal memperkuat lama.
Namun, untungnya kondisi Ina membaik. Dokter lampau memutuskan untuk menjalankan operasi transplantasi kulit dengan mengambil kulit nan sehat ke area kulit nan rusak.
Area tubuh Ina nan terkena minyak panas meliputi paha kiri atas, leher kiri, dada kiri, ketek kiri, lengan kiri, dan area dada tengah. Sementara itu, bagian kulit sehat nan diambil melipiuti paha kanan dan kiri, pantat kanan, telinga belakang, dan area selangkangan.
Total Ina menjalani operasi sebanyak 8 kali selama periode 2002-2022. Sebanyak 4 kali operasi dilakukan saat kejadian, dan 1 kali operasi ketika TK di area leher.
"Operasi keenam di bagian tengah-tengah dada dan ketek lantaran ada bagian nan ketarik juga. Operasi ketujuh di bagian pergelangan tangan kiri," cerita Ina.
"Operasi kedelapan terakhir 2022, di bagian leher lagi lantaran saya tetap dalam masa pertumbuhan, jadi rasanya ketarik lagi, dan sekarang semuanya sudah baik-baik saja," tambahnya.
Ina mengaku kondisinya sudah jauh lebih baik. Ia sudah merasa sehat dan tidak mempunyai hambatan apapun. Pada saat ini, dia hanya rutin menggunakan beberapa jenis salep untuk kulitnya.
Ina mengaku beruntung hidup di family nan suportif. Kondisi itu nan membuatnya tetap kuat dan percaya diri, meski mempunyai jejak luka bakar.
"Sejak SMP saya sering dibully, tapi untungnya saya punya dan dikelilingi orang-orang nan baik," katanya.
"Sebenarnya bullyan itu membikin saya sedih dan kecewa, tapi saya nggak bisa melakukan apa-apa. Dan sekarang saya tumbuh menjadi wanita nan lebih baik, penuh dengan pikiran dan hal-hal positif," tandas Ina.
(avk/naf)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·