Jakarta, CNN Indonesia --
Mobil listrik kerap disebut lebih irit dibanding kendaraan bermesin konvensional. Selain tak memerlukan bahan bakar minyak, biaya perawatan kendaraan listrik juga diklaim lebih rendah lantaran jumlah komponen nan lebih sedikit.
Jaecoo mencoba menggambarkan perbedaan biaya operasional antara mobil listrik, plug-in hybrid (PHEV), mobil bermesin pembakaran internal (ICE) berkapasitas 1.500 cc turbo, serta tentunya mobil listrik.
Dalam simulasi nan disampaikan perusahaan, kendaraan digunakan sejauh 50 kilometer per hari alias sekitar 1.500 kilometer per bulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mobil ICE 1.500 cc turbo, biaya konsumsi bahan bakar mencapai Rp81.250 per hari dengan dugaan nilai bensin RON 92 sebesar Rp16.250 per liter. Dalam sebulan, pengeluaran bahan bakar mencapai Rp2,5 juta.
Jika ditambah biaya perawatan sebesar Rp2 juta per tahun, total biaya nan perlu dikeluarkan pemilik kendaraan dalam setahun mencapai Rp31,25 juta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, mobil listrik, misalnya J5 EV hanya memerlukan biaya daya sekitar Rp9.600 per hari dengan dugaan tarif listrik Rp1.700 per kWh. Biaya tersebut setara Rp290 ribu per bulan.
Dengan tambahan biaya perawatan Rp500 ribu per tahun, total biaya operasional J5 EV dalam setahun diklaim sekitar Rp4 juta.
Berdasarkan kalkulasi tersebut, biaya penggunaan J5 EV lebih rendah sekitar 88 persen dibanding mobil ICE 1.500 cc turbo nan dijadikan pembanding.
Kalau Atto 1?
Eagle Zhao, Presiden Direktur BYD Motor Indonesia, pernah mengatakan salah satu produk mobil listriknya, Atto 1, datang dengan ambisi utama sebagai mobil listrik nan dapat diakses semua kalangan.
Para pengguna, dia mengatakan cukup sekali isi daya di rumah dan mobil mereka dapat dipakai beraktivitas tanpa cemas dompet jebol.
"Dengan hanya Rp7 ribu, kita bisa beraktifitas sehari-hari dengan charging di rumah. Kalau pakai SPKLU, biaya hanya sekitar Rp15 ribu," kata Eagle.
Bila dibandingkan kebutuhan mobilitas harian dengan jarak tempuh pulang pergi 40 km, pengguna hanya perlu mengeluarkan biaya Rp20 ribu.
Kata dia pengeluaran tersebut tak bakal diperoleh pengguna mobil konvensional nan dituntut mengisi bahan bakar. Untuk saat ini banderol bahan bakar bervariasi, tapi paling terjangkau Rp10 ribu per liter.
"Dibandingkan dengan ICE (internal combustion engine), untuk daily commute, sebut saja untuk 40 km, menghabiskan Rp20 ribu," kata dia.
Tak hanya irit di jalan, kata dia Atto 1 juga ramah di kantong untuk urusan perawatan.
Service pertama baru dilakukan setelah satu tahun pemakaian alias jarak tempuh 20.000 km, mana lebih dulu tercapai. Ini berbeda dari mobil konvensional nan biasanya kudu servis berkala setiap 6 bulan alias 10 ribu km.
Secara keseluruhan, BYD menyatakan biaya perawatan Atto 1 hanya separuh dari mobil ICE. Artinya, pengguna tak hanya irit di bahan bakar, tapi juga saat melalukan perawatan berkala.
"Jadi bisa disimpulkan, biaya perawatan hanya separuh dari mobil ICE," Eagle.
Non BEV bagaimana?
Jaecoo juga menghitung efisiensi kendaraan plug-in hybrid. Model J7 SHS-P disebut mempunyai biaya daya Rp18.100 per hari alias sekitar Rp543 ribu per bulan, jika ditambah biaya perawatan Rp1,7 juta per tahun, total biaya operasional tahunan mencapai Rp8,2 juta.
Angka itu membikin J7 SHS-P diklaim bisa menghemat biaya berkendara hingga 80 persen dibanding mobil ICE 1.500 cc turbo.
Sementara itu J8 SHS-P ARDIS mempunyai biaya daya Rp22.300 per hari alias Rp670 ribu per bulan. Dengan tambahan biaya perawatan Rp2 juta per tahun, total biaya nan dikeluarkan pemilik kendaraan dalam setahun mencapai Rp10 juta.
Model tersebut diklaim menawarkan penghematan biaya operasional sekitar 75 persen dibanding kendaraan bermesin konvensional.
Business Unit Director Jaecoo Indonesia Jim Ma mengatakan teknologi kendaraan daya baru alias New Energy Vehicle (NEV) dirancang untuk menghadirkan efisiensi tanpa mengorbankan performa.
"Seperti mobil listrik J5 EV, dapat menghemat mencapai 88 persen biaya. J7 SHS-P dapat menghemat 80 persen dan J8 SHS-P ARDIS bisa irit 75 persen," kata Jim dalam keterangan tertulisnya dikutip Rabu (17/6).
(ryh/fea)
Add
as a preferred source on Google
20 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·