Kirab Mahkota Binokasih Di Sumedang Berlangsung Meriah

Sedang Trending 1 hari yang lalu

CNN Indonesia

Minggu, 03 Mei 2026 07:17 WIB

Kirab Panji Mahkota Binokasih di Sumedang meriahkan Milangkala Tatar Sunda 2026. Ribuan penduduk saksikan prosesi budaya nan sarat sejarah dan identitas daerah. Kirab Mahkota Binokasih. (Dwiky Maulana Vellayati/detikJabar)

Jakarta, CNN Indonesia --

Kirab Panji Mahkota Binokasih yang berjalan di Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (2/5) malam, berjalan meriah. Ribuan penduduk tumpah ruah memadati jalan sepanjang rute Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda nan digelar di Kabupaten Sumedang.

Masyarakat dari beragam kalangan tampak antusias menyaksikan prosesi kirab nan sarat nilai sejarah dan budaya. Kirab ini merupakan awal rangkaian dari peringatan Milangkala Tatar Sunda tahun 2026 dengan prosesi Kirab Panji Mahkota Binokasih.

Jalanan kota Sumedang terlihat meriah. tampak tidak Masyarakat berdiri di sepanjang jalanan menuju Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS) demi memandang secara langsung Kirab Mahkota Binokasih nan dibawa menggunakan kereta kencana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rute kirab dimulai dari Keraton Sumedang Larang dan berhujung di Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS). Setibanya di PPS, peserta dari 27 kabupaten/kota menampilkan beragam kreasi budaya unik daerahnya masing-masing, menambah semarak perhelatan sekaligus memperlihatkan kekayaan tradisi Tatar Sunda.

Mahkota Binokasih merupakan simbol kemaharajaan Sunda. Mahkota Binokasih selama ini dipandang sebagai artefak budaya nan merepresentasikan perjalanan sejarah tersebut, sekaligus menjadi simbol utama dalam penyelenggaraan Milangkala Tatar Sunda.

Mahkota itu disebut diberikan dari Kerajaan Padjajaran ke Kerajaan Sumedang Larang. Sehingga, hingga saat ini Mahkota Binokasih tersimpan di Kabupaten Sumedang. Prosesi dari Kirab Panji Mahkota Bino Kasih sendiri merupakan awal rangkaian dari peringatan Milangkala Tatar Sunda tahun 2026.

Kirab tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Dedi mengatakan Milangkala Tatar Sunda ini bakal rutin digelar pada setiap tahunnya.

Kebijakan ini kemudian diperkuat dengan penetapan Pergub nan saat ini sudah dalam persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Menurutnya aktivitas ini juga dilakukan sebagai corak menjaga maupun lebih mengenali dari budaya hingga kemaharajaan Sunda itu sendiri.

"Ini rutin. Makanya milangkalanya Tatar Sunda. Kalau dibilang Tatar Sunda maka tidak terbatas lagi pada Jawa Barat. Kita teman-teman nan Banten katakan, tatar sunda. Kemudian sebagian dari wilayah Jawa Tengah kan ada desa-desanya nan itu tetap bertradisi Sunda. Nah, itu mereka bisa menjadi bagian untuk diingatkan," ujar Dedi dikutip dari detik.

Dedi mengungkapkan argumen memilih Kabupaten Sumedang menjadi titik awal dari Milangkala Tatar Sunda. Sebab, Sumedang sendiri menjadi wilayah nan lekat bakal peradaban Sunda nan fisiknya tetap tersisa untuk sekarang lantaran mempunyai Mahkota Binokasih.

Sejauh ini, Dedi mengawasi bahwa tetap banyaknya jejak sejarah Sunda nan tetap hilang. Oleh karenanya, keberadaan dari Mahkota Binokasih menjadi suatu jawaban mengenai kemaharajaan dari Sunda.

"Ya, lantaran mahkota Binokasih itu di Sumedang. Jadi jejak sejarah nan ada dalam bentuk itu di Sumedang. Kalau nan lain kan kebanyakan narasi, cerita. Saya mau berangkat dari fakta, bukan mitologi," kata Dedi.

"Nah kemudian, jejak nan tetap tersisa adalah Mahkota Binokasih. Mulai tahun ini, konvoi Mahkota Binokasih dikemas dalam nuansa budaya, bukan lagi sekadar menggunakan kendaraan modern. Ini adalah upaya menghidupkan kembali nilai-nilai leluhur," ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan rasa bangga aktivitas Milangkala Tatar Sunda diawali di Kabupaten Sumedang. Ia juga menganggap Sumedang sendiri mempunyai keistimewaan dengan hadirnya Mahkota Binokasih.

"Saya bersyukur, berbahagia. Ini sebuah perhelatan nan luar biasa, syarat bakal makna gimana sebuah milangkala menjadi cerita sejarah dan kompas bagi masa depan Jawa Barat dan Sumedang ada di dalamnya," kata Dony.

Selain itu, Dony juga menyambut positif bakal perhelatan Milangkala Tatar Sunda. Ia menyebut aktivitas ini juga membawa akibat langsung terhadap peningkatan ekonomi lokal, mulai dari tingkat kediaman hotel hingga ramainya restoran dan pelaku UMKM.

"Ini bukan hanya seremoni budaya, tetapi juga momentum krusial untuk memperkuat identitas wilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat," pungkasnya.

Selanjutnya, Mahkota Binokasih bakal dipamerkan dengan menyusuri jejak kejayaan Tatar Sunda ke beberapa titik nan diantaranya Kabupaten Sumedang, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Cianjur, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Karawang, Kita Cirebon, dan terakhir pada puncaknya di Kota Bandung.

Mahkota Binokasih bakal diarak dalam aktivitas napak tilas Tatar Pasundan di delapan titik, dimulai dari Kabupaten Sumedang (2 Mei), Kabupaten Ciamis (3 Mei), Kabupaten Tasikmalaya (4 Mei), Kabupaten Cianjur (5 Mei), Kota Bogor (6 Mei), Kota Depok (8 Mei), Kabupaten Karawang (9 Mei), Kota Cirebon (10 Mei) dan Kota Bandung (16-17 Mei).

Lengkapnya baca di sini.

(har)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-hiburan