Kesaksian Korban Kebakaran Di Bajau Ranju Palangka Raya: Sempat Mengira Suara Hujan

Sedang Trending 1 jam yang lalu

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Sebuah kejadian kebakaran melahap gedung rumah lantai dua di Jalan Bajau Ranju, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Rabu (27/5/2026) awal hari.

Dari pengakuan salah seorang penunggu rumah, Tri Hepywati (38), menuturkan bahwa peristiwa nahas tersebut berjalan sekitar pukul 00.19 WIB. Saat itu dirinya belum tidur dan tetap enak-enak bermain ponsel di dalam bilik menemani anaknya.

Di sisi lain, personil family nan berada di rumah tersebut justru sudah terlelap di kamarnya masing-masing.

Sebelum menyadari kediamannya dilalap si jago merah, Tri sempat menangkap adanya bunyi gaduh dari arah belakang dapur nan awalnya dia kira sebagai rintik hujan.

“Waktu itu saya mendengar bunyi berisik. Saya pikir mungkin bunyi kucing alias tikus. Sekilas juga mirip bunyi hujan,” ungkapnya ketika dibincangi media di tempat kejadian, Rabu (27/5/2026).

Tri pun mencoba mengintip melalui jendela kamarnya. Namun, tidak ada indikasi turunnya hujan di luar. Dirinya lantas beranjak dari bilik guna mencari tahu asal muasal kebisingan itu. Pada momen itulah, dia sangat kaget mendapati sinar jingga nan memantul di tembok rumahnya.

“Pas buka pintu, saya lihat tembok sudah berwarna oranye. Saya lihat ke atas, sudah ada sinar api, asap, sama percikan-percikan,” terang Tri.

Electronic money exchangers listing

Begitu sadar bahwa rumahnya sedang diamuk api, Tri bergegas lari ke bilik bagian depan guna membangunkan ayah dan ibunya.

Sang ibu sebenarnya beriktikad mengecek ke lantai atas, tetapi segera dicegah oleh Tri nan resah kobaran api telah menjalar semakin besar.

“Saya bilang jangan naik ke atas. Langsung minta matikan listrik, terus saya bangunkan anak dan kami semua keluar,” imbuhnya.

Ketika musibah itu melanda, terdapat empat jiwa di dalam bangunan, ialah Tri dan buah hatinya, ditambah sepasang orang tuanya nan telah lanjut usia. Ayahnya berumur 77 tahun dan ibundanya menginjak usia 68 tahun.

Sementara sepupu Tri nan biasanya mendiami bilik di lantai atas, kebetulan sedang pergi keluar rumah. Beruntung, meski di tengah  kepanikan, semua orang di dalam rumah sukses mengevakuasi diri dalam keadaan selamat.

Menurut pengakuan Tri, setelah dirinya meyakinkan anak dan orang tuanya berada di posisi aman, dirinya tetap berkesempatan membawa beberapa arsip berbobot sebelum betul-betul meninggalkan rumah.

“Kami ambil piagam sama HP, terus keluar. nan krusial semua selamat dulu,” tuturnya.

Ia lantas menelepon pihak pemadam kebakaran sekitar pukul 00.19 WIB. Tidak butuh waktu lama, tim damkar sudah sampai di tempat kejadian dan segera bermanuver memadamkan amukan api. Dari kejadian tersebut, area lantai dua gedung rusak parah akibat jilatan api.

Di lokasi, tampak salah seorang petugas pemadam terpaksa ditandu lantaran terjatuh ketika sedang berjibaku menjinakkan api. Hingga saat ini, pemicu utama munculnya api tetap belum dipastikan. Sebab, pihak kepolisian nan turun ke tempat kejadian perkara (TKP) tetap menggali keterangan dari para saksi maupun korban. (her)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Sebuah kejadian kebakaran melahap gedung rumah lantai dua di Jalan Bajau Ranju, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Rabu (27/5/2026) awal hari.

Dari pengakuan salah seorang penunggu rumah, Tri Hepywati (38), menuturkan bahwa peristiwa nahas tersebut berjalan sekitar pukul 00.19 WIB. Saat itu dirinya belum tidur dan tetap enak-enak bermain ponsel di dalam bilik menemani anaknya.

Di sisi lain, personil family nan berada di rumah tersebut justru sudah terlelap di kamarnya masing-masing.

Electronic money exchangers listing

Sebelum menyadari kediamannya dilalap si jago merah, Tri sempat menangkap adanya bunyi gaduh dari arah belakang dapur nan awalnya dia kira sebagai rintik hujan.

“Waktu itu saya mendengar bunyi berisik. Saya pikir mungkin bunyi kucing alias tikus. Sekilas juga mirip bunyi hujan,” ungkapnya ketika dibincangi media di tempat kejadian, Rabu (27/5/2026).

Tri pun mencoba mengintip melalui jendela kamarnya. Namun, tidak ada indikasi turunnya hujan di luar. Dirinya lantas beranjak dari bilik guna mencari tahu asal muasal kebisingan itu. Pada momen itulah, dia sangat kaget mendapati sinar jingga nan memantul di tembok rumahnya.

“Pas buka pintu, saya lihat tembok sudah berwarna oranye. Saya lihat ke atas, sudah ada sinar api, asap, sama percikan-percikan,” terang Tri.

Begitu sadar bahwa rumahnya sedang diamuk api, Tri bergegas lari ke bilik bagian depan guna membangunkan ayah dan ibunya.

Sang ibu sebenarnya beriktikad mengecek ke lantai atas, tetapi segera dicegah oleh Tri nan resah kobaran api telah menjalar semakin besar.

“Saya bilang jangan naik ke atas. Langsung minta matikan listrik, terus saya bangunkan anak dan kami semua keluar,” imbuhnya.

Ketika musibah itu melanda, terdapat empat jiwa di dalam bangunan, ialah Tri dan buah hatinya, ditambah sepasang orang tuanya nan telah lanjut usia. Ayahnya berumur 77 tahun dan ibundanya menginjak usia 68 tahun.

Sementara sepupu Tri nan biasanya mendiami bilik di lantai atas, kebetulan sedang pergi keluar rumah. Beruntung, meski di tengah  kepanikan, semua orang di dalam rumah sukses mengevakuasi diri dalam keadaan selamat.

Menurut pengakuan Tri, setelah dirinya meyakinkan anak dan orang tuanya berada di posisi aman, dirinya tetap berkesempatan membawa beberapa arsip berbobot sebelum betul-betul meninggalkan rumah.

“Kami ambil piagam sama HP, terus keluar. nan krusial semua selamat dulu,” tuturnya.

Ia lantas menelepon pihak pemadam kebakaran sekitar pukul 00.19 WIB. Tidak butuh waktu lama, tim damkar sudah sampai di tempat kejadian dan segera bermanuver memadamkan amukan api. Dari kejadian tersebut, area lantai dua gedung rusak parah akibat jilatan api.

Di lokasi, tampak salah seorang petugas pemadam terpaksa ditandu lantaran terjatuh ketika sedang berjibaku menjinakkan api. Hingga saat ini, pemicu utama munculnya api tetap belum dipastikan. Sebab, pihak kepolisian nan turun ke tempat kejadian perkara (TKP) tetap menggali keterangan dari para saksi maupun korban. (her)

Sumber prokalteng