Kegagalan Fatal Roket Kebanggaan Jeff Bezos Berbuntut Panjang

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta -

Roket terbaru Blue Origin, perusahaan milik Jefff Bezos, dilarang terbang setelah Administrasi Penerbangan Federal (FAA) memerintahkan penyelidikan atas kejadian kegagalan peluncuran sebuah satelit. Blue Origin berupaya menempatkan satelit AST SpaceMobile menggunakan roket New Glenn, namun kandas membawanya sejauh nan direncanakan ke dalam orbit.

Kepala Eksekutif Blue Origin, Dave Limp, mengatakan kegagalan tersebut disebabkan oleh kurangnya daya sorong nan memadai pada mesin. "Kami jelas tidak memenuhi misi nan diinginkan pengguna kami, dan nan diharapkan tim kami," sebutnya.

Blue Origin menyelidiki kejadian nan terjadi pada hari Minggu tersebut dengan pengawasan FAA. "FAA bakal mengawasi penyelidikan nan dipimpin Blue Origin, terlibat dalam setiap langkah prosesnya, dan menyetujui laporan akhir Blue Origin, termasuk tindakan perbaikan apa pun," sebut FAA.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peluncuran hari Minggu lampau baru merupakan penerbangan ketiga bagi roket New Glenn. Blue Origin awalnya merencanakan selusin peluncuran tahun ini. Roket tersebut membawa satelit AST nan ditujukan untuk orbit rendah Bumi nan bakal digunakan untuk konektivitas telepon seluler.

Karena New Glenn tidak melepas satelit sejauh nan dibutuhkan ke dalam orbit, satelit tersebut tidak bakal bisa digunakan. AST menyebut kerugian bakal ditanggung oleh asuransi, tetapi tidak menyebut nominalnya.

Awal tahun ini, Blue Origin menyatakan bakal meluncurkan ribuan satelit semacam itu ke orbit rendah Bumi sebagai bagian dari proyek TerraWave. Amazon juga tengah melakukan ekspansi di ruang angkasa, setelah mengakuisisi produsen dan operator satelit senilai USD 11 miliar untuk membangun proyek berjulukan Leo.

Kedua proyek tersebut tampaknya berupaya mengejar ketertinggalan dari Starlink, perusahaan milik Elon Musk nan telah mempunyai beberapa ribu satelit beraksi di orbit untuk menawarkan konektivitas kepada konsumen.

Pendaratan di Bulan Hadapi Penundaan

Kegagalan Blue Origin mengantarkan satelit ke orbit Bumi nan tepat menandai kemunduran besar dan bukan hanya bagi perusahaan nan terlibat. Insiden ini juga bisa berakibat pada rencana Amerika Serikat kembali mendaratkan manusia ke Bulan di 2028.

Mengingat roket New Glenn dijadwalkan memainkan peran vital dalam misi Bulan Artemis 3, kejadian ini dapat memengaruhi linimasa Artemis.

FAA mengumumkan New Glenn bakal dilarang terbang sampai penyelidikan selesai. "Ini bisa menyantap waktu tiga, empat bulan, alias lebih lama. Jika lebih lama, tentu sangat mengecewakan dan itu mulai berakibat pada program Artemis," kata Todd Harrison dari American Enterprise Institute.

Artemis sebelumnya menghadapi penundaan bertahun-tahun. Rencana awalnya adalah mengembalikan manusia ke bulan tahun 2024. Target tersebut diundur menjadi 2028 dan bisa saja ditunda lagi.

Situasi ini menyoroti tantangan NASA saat berupaya menggunakan roket dan teknologi dari swasta. Selain Blue Origin, SpaceX nan dipimpin Elon Musk juga berkedudukan dalam Artemis. Namun, perusahaan tersebut juga menghadapi tantangan dengan roket terbesarnya, Starship, nan meledak acapkali selama uji coba.


(fyk/afr)


Sumber detik-inet