Kecamatan Tertua Di Barsel Masih Alami Krisis Listrik, Warga Berharap Begini

Sedang Trending 1 jam yang lalu

BUNTOK,PROKALTENG.CO – Predikat sebagai kecamatan tertua di Kabupaten Barito Selatan (Barsel) rupanya belum sejalan dengan kondisi pembangunan nan dirasakan masyarakat.  Terbukti hingga kini, ribuan penduduk di Kecamatan Dusun Hilir, khususnya di Kelurahan Mengkatip tetap menghadapi keterbatasan akses listrik.

Warga setempat, Rahman (54), mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut. Menurutnya, di tengah kemajuan era saat ini, wilayah Mengkatip belum menikmati jasa listrik selama 24 jam.

“Di era nan sangat maju seperti sekarang ini, sangat memprihatinkan wilayah kami Mengkatip, Kecamatan Dusun Hilir tetap belum dialiri listrik 24 jam,”ujarnya kepada awak media, Senin (4/5).

Dia menjelaskan, saat ini aliran listrik di Kelurahan Mengkatip dan sejumlah desa sekitar hanya tersedia mulai pukul 16.00 WIB hingga 06.00 WIB. Selebihnya, listrik padam dari pagi hingga sore hari.

“Sebagai bagian dari sejarah awal berdirinya Kabupaten Barito Selatan sejak tahun 1959, Kecamatan Dusun Hilir semestinya mendapat perhatian lebih dalam pembangunan infrastruktur. Kondisi ini sangat kontras dengan perkembangan wilayah lain. Harusnya wilayah kami jadi prioritas,” tambah Rahman.

Hal senada juga disampaikan Awaludin (46). Ia berambisi pemerintah wilayah dapat segera merealisasikan aliran listrik 24 jam sekaligus meningkatkan akses prasarana jalan darat. Menurutnya, masyarakat sangat memerlukan akses jalan nan layak dari Desa Lehai menuju Buntok agar mobilitas penduduk semakin lancar.

“Sarana seperti tower listrik sudah ada, baik di Desa Lehai maupun di Kelurahan Mengkatip di seberang Sungai Barito. Namun, jaringan kabelnya belum terpasang sehingga belum bisa difungsikan,” jelasnya.

Electronic money exchangers listing

Sementara itu, Kepala PLN UPL Buntok, Vivin Aprianor, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa wilayah Dusun Hilir berada dalam kewenangan PLN ULP Tamiang Layang. Ia menyebutkan, hambatan utama nan dihadapi saat ini adalah proses perizinan dari Kementerian Perhubungan mengenai pemasangan jaringan kabel nan melintasi Sungai Barito.

“Untuk penyeberangan jaringan kabel, ada jalur lampau lintas sungai sehingga memerlukan izin unik dari Kementerian Perhubungan, dan itu tetap dalam proses. Pihak PLN juga berambisi izin tersebut dapat segera diterbitkan agar pembangunan jaringan listrik dapat diselesaikan dan masyarakat Dusun Hilir bisa menikmati aliran listrik selama 24 jam. Kita terus berupaya agar izin segera keluar, sehingga listrik bisa mengalir penuh ke Mengkatip dan desa-desa sekitarnya,” pungkasnya. (ena)

BUNTOK,PROKALTENG.CO – Predikat sebagai kecamatan tertua di Kabupaten Barito Selatan (Barsel) rupanya belum sejalan dengan kondisi pembangunan nan dirasakan masyarakat.  Terbukti hingga kini, ribuan penduduk di Kecamatan Dusun Hilir, khususnya di Kelurahan Mengkatip tetap menghadapi keterbatasan akses listrik.

Warga setempat, Rahman (54), mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut. Menurutnya, di tengah kemajuan era saat ini, wilayah Mengkatip belum menikmati jasa listrik selama 24 jam.

“Di era nan sangat maju seperti sekarang ini, sangat memprihatinkan wilayah kami Mengkatip, Kecamatan Dusun Hilir tetap belum dialiri listrik 24 jam,”ujarnya kepada awak media, Senin (4/5).

Electronic money exchangers listing

Dia menjelaskan, saat ini aliran listrik di Kelurahan Mengkatip dan sejumlah desa sekitar hanya tersedia mulai pukul 16.00 WIB hingga 06.00 WIB. Selebihnya, listrik padam dari pagi hingga sore hari.

“Sebagai bagian dari sejarah awal berdirinya Kabupaten Barito Selatan sejak tahun 1959, Kecamatan Dusun Hilir semestinya mendapat perhatian lebih dalam pembangunan infrastruktur. Kondisi ini sangat kontras dengan perkembangan wilayah lain. Harusnya wilayah kami jadi prioritas,” tambah Rahman.

Hal senada juga disampaikan Awaludin (46). Ia berambisi pemerintah wilayah dapat segera merealisasikan aliran listrik 24 jam sekaligus meningkatkan akses prasarana jalan darat. Menurutnya, masyarakat sangat memerlukan akses jalan nan layak dari Desa Lehai menuju Buntok agar mobilitas penduduk semakin lancar.

“Sarana seperti tower listrik sudah ada, baik di Desa Lehai maupun di Kelurahan Mengkatip di seberang Sungai Barito. Namun, jaringan kabelnya belum terpasang sehingga belum bisa difungsikan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala PLN UPL Buntok, Vivin Aprianor, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa wilayah Dusun Hilir berada dalam kewenangan PLN ULP Tamiang Layang. Ia menyebutkan, hambatan utama nan dihadapi saat ini adalah proses perizinan dari Kementerian Perhubungan mengenai pemasangan jaringan kabel nan melintasi Sungai Barito.

“Untuk penyeberangan jaringan kabel, ada jalur lampau lintas sungai sehingga memerlukan izin unik dari Kementerian Perhubungan, dan itu tetap dalam proses. Pihak PLN juga berambisi izin tersebut dapat segera diterbitkan agar pembangunan jaringan listrik dapat diselesaikan dan masyarakat Dusun Hilir bisa menikmati aliran listrik selama 24 jam. Kita terus berupaya agar izin segera keluar, sehingga listrik bisa mengalir penuh ke Mengkatip dan desa-desa sekitarnya,” pungkasnya. (ena)

Sumber prokalteng