Kebun Binatang Surabaya Pinjamkam Dua Ekor Komodo Ke Jepang, Buat Apa?

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Surabaya, CNN Indonesia --

Pemerintah Kota Surabaya melalui Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) resmi menjalin kerja sama konservasi dengan iZoo Kawazu, Prefektur Shizouka, Jepang.

Dalam kesepakatan ini, sepasang komodo (Varanus komodoensis) milik Indonesia bakal dipinjamkan ke Pemerintah Jepang dalam program breeding loan alias peminjaman satwa untuk dikembangbiakkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, menekankan status norma kerja sama ini adalah peminjaman satwa, bukan pertukaran. Ia menjelaskan bahwa reputasi KBS dalam melakukan breeding komodo secara alami telah menarik perhatian internasional, khususnya iZoo sebagai lembaga konservasi reptil terbesar di Jepang.

"Ini peminjaman satwa di antara Surabaya dengan Jepang. Jadi kita lantaran kita ini sukses dalam pengembangbiakan komodo. Maka di Jepang itu lantaran hewan kebun hewan terbesar reptil, mereka meminta kita untuk meminjam komodo," kata Eri di KBS, Rabu (29/4).

Sebagai balasannya, dalam kerja sama ini otoritas Jepang juga bakal meminjamkan beberapa satwa eksotis ke KBS. Eri memberikan bocoran penduduk Surabaya bakal segera memandang satwa mamalia nan mempunyai karakter unik warna merah.

Hal itu diharapkan jadi daya tarik baru untuk meningkatkan animo visitor ke KBS.

"Saya itu mau merahasiakan dulu sampai binatangnya datang [dari Jepang]. Jadi itu menjadi surprise-nya untuk orang Surabaya lantaran warnanya merah. Makanya enggak saya sebutkan dulu. Tapi nan jelas pasti warnanya merah," ujarnya.

Direktur iZoo Jepang, Tsuyoshi Shirawa, nan datang langsung di Surabaya mengungkapkan rasa hormatnya atas terjalinnya kerjasama nan sudah dijajaki selama satu dasawarsa terakhir. Menurutnya, kehadiran komodo di Jepang adalah angan lama nan akhirnya terwujud melalui jalur diplomasi konservasi.

"Kita telah bekerja sama selama lebih dari 10 tahun antara Indonesia dan Jepang. Komodo adalah hewan nan sangat spesial dan merupakan simbol Indonesia. Kami bakal melakukan nan terbaik untuk upaya konservasi dan pengembangbiakannya di Jepang. Ini bukan sekadar pertukaran hewan biasa, ini adalah jembatan nan menghubungkan kedua negara kita," kata Tsuyoshi.

Direktur Operasional PDTS KBS, Nurika Widyasanti mengatakan, dalam program ini, pihaknya bakal memberangkatkan dua ekor alias sepasang komodo ke iZoo Jepang.

Dua ekor komodo itu merupakan hasil pengembangbiakan original dari KBS dengan rentang usia produktif. Pihaknya menjamin bahwa kepergian dua ekor komodo ini tidak bakal mengurangi populasi komodo di Surabaya secara signifikan.

"[Usianya] kurang lebih 8 sampai 12 tahun. Paling tidak kita tetap cukup, [jumlah komodo nan ada di KBS] kurang lebih di atas 50 [ekor]. Jadi pemerintah pusat ada kajian-kajian nan tersendiri sehingga tetap bisa mempertahankan paling tidak secara proses breeding di KBS tidak berakhir dikarenakan sepasang komodo ini kelak diberangkatkan ke Jepang," ucapnya.

Lebih lanjut, Nurika menjelaskan lama peminjaman komodo ke Jepang ini disepakati selama lima tahun dengan pengawasan nan sangat ketat. Seluruh keturunan nan bakal dihasilkan selama masa peminjaman di Jepang tetap diakui secara legal sebagai milik negara Indonesia.

"Kita perjanjiannya 5 tahun. Paling tidak kita bakal terus melakukan pemantauan alias monitoring, saling berkoordinasi. Di situ juga dalam satu kesepakatan kita adanya pelaporan nan diberikan pada setiap tahunnya ataupun misal ada kondisi insidentil, entah itu sakit dan lain sebagainya. [Jika lahir anak], tetap menjadi milik Indonesia," ucapnya.

Soal perbedaan suasana antara Indonesia dan Jepang, pihak KBS memastikan akomodasi di iZoo Jepang telah melalui inspeksi ketat dari Kementerian Kehutanan RI. Kandang nan disediakan di Jepang telah dilengkapi teknologi pengatur suhu nan bisa mereplikasi kediaman original komodo di Indonesia.

"Pak Direktur dan Pak Menteri sudah melakukan ya ibaratnya cek sarana prasarana sebelum menyetujui peminjaman tersebut. Jadi beliau sudah sampai ke Jepang, tahu sarana prasarana di sana, sudah ada pengatur suhu dan lain sebagainya. Intinya menyesuaikan kebutuhan-kebutuhan komodo di sini. Jadi mereka sudah membuatkan kandang dengan pengkondisian," ujarnya.

Saat ini, proses keberangkatan komodo tinggal menunggu finalisasi izin manajemen dari Presiden Prabowo Subianto, dan diprediksi bakal rampung dalam satu hingga dua bulan ke depan.

Nurikan mengatakan KBS juga menargetkan kehadiran satwa mamalia eksotis dari Jepang dapat terealisasi dalam waktu dekat sebagai langkah awal sebelum komodo dikirim ke Jepang.

"Paling tidak kami minta [Jepang mengirim] sebagian [satwanya] untuk dikirim ke KBS dulu kelak kami bakal berangkatkan komodo untuk kemudian dipenuhi secara keseluruhan," pungkasnya.

(frd/lom)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-tekno