Ke Mana Perginya Batu Jumrah Usai Dilempar Jemaah Haji Di Mina?

Sedang Trending 3 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Lempar jamrah alias jumrah merupakan salah satu rangkaian ibadah haji. Dalam rangkaian ini, jemaah haji melemparkan batu kerikil ke arah jamrah.

Tak hanya sebatas ritual, lempar jamrah menjadi simbol perlawanan terhadap bisikan jahat dari setan nan menyesatkan manusia.

Menurut kebanyakan ulama, lempar jamrah hukumnya wajib bagi jemaah haji, bukan termasuk rukun. Artinya, jemaah haji nan tidak melakukan lempar jamrah kudu bayar dam alias denda jika mau hajinya tetap sah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setidaknya, ada tiga jenis jamrah nan dikenal ialah jamrah ula, jamrah wustha, dan jamrah aqabah. Batu kerikil nan dilempar kudu masuk ke dalam lubang jamrah.

Setiap tahunnya, ratusan batu kerikil digunakan dalam rangkaian haji ini. Pertanyaannya, ke mana perginya batu kerikil setelah dilempar jemaah haji?

Dikutip dari Arab News, batu kerikil nan dilemparkan itu jatuh ke bawah dan mengendap di ruang bawah tanah akomodasi Jamarat, nan mempunyai kedalaman hingga 15 meter.

Serangkaian sabuk konveyor kemudian digunakan untuk mengumpulkan batu-batu tersebut. Batu kerikil ini menjalani proses penyaringan dan disemprot dengan air untuk menghilangkan debu serta kotoran.

Batu kerikil nan telah dibersihkan kemudian dipindahkan ke kendaraan dan dibawa ke area unik untuk penyimpanan, di mana batu itu dikelola lebih lanjut setelah berakhirnya musim Haji.

Sementara itu dikutip dari Gulf News, Asosiasi Amal Haji dan Mu'tamer nan berbasis di Mekah, bekerja sama dengan Perusahaan Pengembangan Kidana, memainkan peran krusial dalam melayani para jamaah haji.

Tahun lalu, organisasi tersebut menyediakan lebih dari 80.000 kantong kerikil untuk ritual pelemparan batu dan mendistribusikannya di lebih dari 300 titik kontak untuk jamaah haji di Muzdalifah, selain akomodasi Jembatan Jamarat di Mina.

(dis/sfr)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-internasional