PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya menyebut nomor kasus HIV/AIDS nan tercatat di wilayah setempat tidak seluruhnya berasal dari penduduk Kota Palangka Raya. Sebagian kasus berasal dari pasien luar wilayah nan menjalani pengobatan di ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah tersebut sehingga turut masuk dalam sistem pelaporan Kota Palangka Raya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan mengatakan setiap kasus HIV dilaporkan secara rutin oleh akomodasi pelayanan kesehatan kepada Dinas Kesehatan melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P).
“HIV itu dilaporkan setiap bulan kepada Dinas Kesehatan, khususnya ke bagian P2P. Jadi memang ada laporan rutin dari akomodasi kesehatan,” katanya, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, tingginya nomor kasus HIV/AIDS nan tercatat di Palangka Raya tidak dapat langsung diartikan seluruhnya berasal dari masyarakat setempat lantaran sebagian pasien merupakan pendatang dari wilayah lain.
“Selama ini, kasus HIV/AIDS nan tercatat di Kota Palangka Raya sebagian berasal dari penduduk Palangka Raya dan sebagian lagi dari pendatang. Pendatang ini biasanya berasal dari kabupaten lain nan belum mempunyai jasa pengobatan HIV/AIDS nan memadai, sehingga mereka memilih berobat ke Palangka Raya,” ujarnya.
Riduan menjelaskan pasien dari luar wilayah nan mendapatkan jasa pengobatan di Palangka Raya bakal tercatat dalam sistem pelaporan kota tersebut sehingga memengaruhi jumlah kasus nan terdata.
“Karena mereka berobat di Palangka Raya, datanya masuk ke Kota Palangka Raya. Akibatnya, nomor kasus HIV/AIDS nan tercatat di kota ini terlihat tinggi. Padahal, sebagian kasus tersebut bukan berasal dari masyarakat Palangka Raya, melainkan dari wilayah lain nan datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” tuturnya.
Terkait aspek akibat penularan HIV, Dinas Kesehatan mencatat terdapat sejumlah penyebab nan tetap ditemukan pada kasus-kasus nan dilaporkan hingga saat ini.
“Faktor akibat HIV itu ada beberapa. Salah satunya hubungan seksual antara laki-laki dengan laki-laki. Selain itu juga lantaran bertukar-tukar pasangan seksual. Kasus-kasus seperti itu memang tetap ditemukan sampai saat ini,” imbuhnya.
Dia mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup sehat dan bertanggung jawab guna menekan akibat penularan HIV di lingkungan family maupun masyarakat.
“Harapan kami sederhana. Kalau sudah mempunyai satu pasangan, jangan lagi bertukar-tukar pasangan. Kalau itu bisa ditegakkan dalam family dan masyarakat, insyaallah akibat penularan HIV di lingkungan kita bisa ditekan,” pungkasnya. (adr)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya menyebut nomor kasus HIV/AIDS nan tercatat di wilayah setempat tidak seluruhnya berasal dari penduduk Kota Palangka Raya. Sebagian kasus berasal dari pasien luar wilayah nan menjalani pengobatan di ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah tersebut sehingga turut masuk dalam sistem pelaporan Kota Palangka Raya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan mengatakan setiap kasus HIV dilaporkan secara rutin oleh akomodasi pelayanan kesehatan kepada Dinas Kesehatan melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P).
“HIV itu dilaporkan setiap bulan kepada Dinas Kesehatan, khususnya ke bagian P2P. Jadi memang ada laporan rutin dari akomodasi kesehatan,” katanya, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, tingginya nomor kasus HIV/AIDS nan tercatat di Palangka Raya tidak dapat langsung diartikan seluruhnya berasal dari masyarakat setempat lantaran sebagian pasien merupakan pendatang dari wilayah lain.
“Selama ini, kasus HIV/AIDS nan tercatat di Kota Palangka Raya sebagian berasal dari penduduk Palangka Raya dan sebagian lagi dari pendatang. Pendatang ini biasanya berasal dari kabupaten lain nan belum mempunyai jasa pengobatan HIV/AIDS nan memadai, sehingga mereka memilih berobat ke Palangka Raya,” ujarnya.
Riduan menjelaskan pasien dari luar wilayah nan mendapatkan jasa pengobatan di Palangka Raya bakal tercatat dalam sistem pelaporan kota tersebut sehingga memengaruhi jumlah kasus nan terdata.
“Karena mereka berobat di Palangka Raya, datanya masuk ke Kota Palangka Raya. Akibatnya, nomor kasus HIV/AIDS nan tercatat di kota ini terlihat tinggi. Padahal, sebagian kasus tersebut bukan berasal dari masyarakat Palangka Raya, melainkan dari wilayah lain nan datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” tuturnya.
Terkait aspek akibat penularan HIV, Dinas Kesehatan mencatat terdapat sejumlah penyebab nan tetap ditemukan pada kasus-kasus nan dilaporkan hingga saat ini.
“Faktor akibat HIV itu ada beberapa. Salah satunya hubungan seksual antara laki-laki dengan laki-laki. Selain itu juga lantaran bertukar-tukar pasangan seksual. Kasus-kasus seperti itu memang tetap ditemukan sampai saat ini,” imbuhnya.
Dia mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup sehat dan bertanggung jawab guna menekan akibat penularan HIV di lingkungan family maupun masyarakat.
“Harapan kami sederhana. Kalau sudah mempunyai satu pasangan, jangan lagi bertukar-tukar pasangan. Kalau itu bisa ditegakkan dalam family dan masyarakat, insyaallah akibat penularan HIV di lingkungan kita bisa ditekan,” pungkasnya. (adr)
1 jam yang lalu


English (US) ·
Indonesian (ID) ·