Jakarta, CNN Indonesia --
Warga di kota Tyre Lebanon diusir militer Israel menjelang kemungkinan invasi di kota berpenduduk kebanyakan Kristen tersebut.
Israel mengeklaim milisi Hizbullah beraksi di kota tersebut sehingga meminta penduduk untuk meninggalkan kota Tyre.
Sementara itu Iran menyatakan siaga penuh setelah mengumumkan penghentian serangan ke Israel, sebagai jawaban atas agresi bersambung oleh militer Zionis di Lebanon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut rangkumannya dalam Kilas Internasional hari ini, Rabu (10/6).
Israel Bersiap Invasi Wilayah Mayoritas Kristen di Lebanon, Usir Warga
Militer Israel mengusir penduduk di Kota Tyre,Lebanon terutama wilayah dengan kebanyakan masyarakat Kristen pada Selasa (9/6) jelang kemungkinan invasi ke sana.
Israel biasanya tak meminta penduduk nan tinggal di area Kristen untuk meninggalkan wilayah tersebut. Namun, belakangan mereka mengeklaim milisi Hizbullah beraksi di sana.
"Peringatan mendesak untuk masyarakat di Kota Tyre, termasuk area Kristen, dan kamp-kamp di sekitarnya, demi keselamatan Anda, kami meminta Anda untuk segera mengosongkan rumah dan menuju utara Sungai Zahrani," demikian tulisan selebaran Israel, dikutip AFP.
Sungai Zahrani berada sekitar 30 km dari Tyre. Bulan lalu, pasukan Zionis mendeklarasikan wilayah selatan sungai merupakan arena perang.
Militer Israel sudah mewanti-wanti masyarakat di Tyre untuk mengungsi jika Hizbullah tetap berada di wilayah tersebut.
Trump Klaim AS Akan 'Menang Total' Atas Iran Dalam 2 Pekan
Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat bakal mendeklarasikan kemenangan total atas Iran, dalam dua minggu ke depan.
Pernyataan ini dilontarkan Trump hanya beberapa saat usai Iran dan Israel sepakat untuk menghentikan serangan, sejak kedua negara gencatan senjata pada April lalu.
"Kami adalah tim nan sangat tangguh, saya pikir kami memenangkan pertarungan itu, tetapi kita betul-betul bakal memenangkannya dalam dua minggu ke depan ketika kami menyatakan kemenangan total," kata Trump.
"Ini bakal menjadi kemenangan total. Ini bakal segera terjadi, dan nilai minyak bakal turun," imbuhnya, seperti dikutip Anadolu Agency.
Iran Siaga Penuh Meski Setuju Setop Tembak Rudal ke Israel
Iran mengumumkan penghentian serangan terhadap Israel, namun memperingatkan bakal adanya respons nan "menghancurkan" jika serangan Zionis ke Lebanon terus berlanjut.
"Menyusul agresi dan kejahatan rezim Zionis di Lebanon Selatan dan wilayah Dahiya, nan terjadi dengan support Amerika Serikat, Iran memberikan respons pada rezim ini demi mendukung rakyat Lebanon nan tertindas," demikian pernyataan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, selaku komando terpadu tertinggi militer Republik Islam Iran.
Militer Iran juga menyebut Israel dan pendukungnya semestinya telah belajar dari respons Teheran.
"Atas dasar ini penghentian operasi angkatan bersenjata diumumkan," lanjut pernyataan itu, seperti dilaporkan Anadolu Agency.
Namun mereka menegaskan kembali bahwa jika agresi dan kejahatan berlanjut, termasuk di Lebanon Selatan, maka tindakan nan jauh lebih keras dan menghancurkan bakal segera dilakukan.
(dna)
Add
as a preferred source on Google
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·