Jakarta, CNN Indonesia --
Iran menggunakan rudal hingga drone saat menggempur pangkalan militer Amerika Serikat di sejumlah negara-negara Arab seperti Bahrain dan Yordania pada Rabu (10/6).
Di Bahrain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan serangan menggunakan drone.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagai tanggapan atas tindakan biadab musuh, pesawat tempur angkatan laut IRGC melancarkan serangan drone terhadap Angkatan Laut ke-5 Bahrain pada pukul 02.30," demikian pernyataan IRGC , dikutip AFP.
IRGC menyebut tindakan ini sebagai tanggapan usai AS menggempur sejumlah titik di Jask, Sirik, dan Qeshm. Imbas gempuran tersebut, menara komunikasi dan dua tangki air di Sirik hancur.
Saat serangan jawaban berlangsung, sirene di Bahrain berbunyi. Kementerian Dalam Negeri lantas meminta penduduk untuk tetap tenang dan menuju tempat aman.
"Sirene dibunyikan. Warga dan masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menuju ke tempat kondusif terdekat," demikian imbauan kementerian itu.
IRGC juga menyerang pangkalan militer AS di Yordania menggunakan rudal.
"Iran telah menghancurkan empat sasaran utama, termasuk sarang pesawat tempur F35 di pangkalan udara dan pusat komando kendali militer AS di Al-Azraq, Yordania," kata IRGC.
Mereka lampau berujar, "[Serangan tersebut dilakukan dengan] rudal jarak jauh."
Serangan jawaban Iran terjadi usai mereka dituduh menembak helikopter AS Apache saat sedang patroli di Selat Hormuz pada Senin.
Presiden Donald Trump lampau menyatakan AS kudu membalas tindakan tersebut. Tak lama setelahnya, pasukan Negeri Paman Sam langsung menyerang wilayah Iran di dekat Hormuz pada Selasa sore waktu setempat.
AS dan Iran bertempur sejak akhir Februari lalu. Mereka sempat gencatan senjata dan diperpanjang tanpa rincian lebih lanjut. Kesepakatan ini mencakup penghentian serangan ke Iran dan Lebanon.
Namun, Iran menuduh AS dan sekutunya Israel melanggar kesepakatan itu.
(isa/dna)
Add
as a preferred source on Google
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·