Jakarta, CNN Indonesia --
Iran menggempur hanggar jet tempur F-35 Amerika Serikat di pangkalan militer mereka di Yordania pada Rabu (10/6).
Dalam rilis resmi, Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan pasukan menyerang pangkalan militer AS di Yordania menggunakan rudal jarak jauh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iran telah menghancurkan empat sasaran utama, termasuk hanggar pesawat tempur F-35 di pangkalan udara dan pusat komando kendali militer AS di Al-Azraq, Yordania," demikian rilis IRGC, dikutip AFP.
IRGC menyebut telah menargetkan 21 sasaran di beragam pangkalan udara di Yordania dan menembak drone AS MQ-9 di wilayah udara Iran.
Yordania sementara itu menyebut sukses menghalau lima drone dari Iran.
"Kami mencegat dan menembak jatuh lima rudal nan diluncurkan dari Iran menuju Azraq," demikian menurut militer Yordania, dikutip AFP.
Pencegatan tersebut menyebabkan puing-puing berjatuhan, tetapi tak ada korban jiwa alias kerusakan material.
Serangan Iran merupakan jawaban usai AS lebih dulu menggempur sejumlah wilayah di negara tersebut pada Senin. Gempuran AS menyebabkan menara telekomunikasi Iran hingga dua tank air hancur.
AS kembali menyerang Iran usai Presiden Donald Trump meminta pasukan menggempur negara Timur Tengah itu buntut pesawat Apache ditembak saat patroli di Selat Hormuz. Trump menuduh Iran nan menembak pesawat tersebut.
AS dan Iran bertempur sejak akhir Februari lalu. Mereka sempat gencatan senjata dan diperpanjang tanpa rincian lebih lanjut. Kesepakatan ini mencakup penghentian serangan ke Iran dan Lebanon.
Namun, Iran menuduh AS dan sekutunya Israel melanggar kesepakatan itu. Pertempuran pun hingga sekarang tak terhindarkan.
(isa/dna)
Add
as a preferred source on Google
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·