Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menakut-nakuti Amerika Serikat usai meluncurkan serangan terbaru ke negara Timur Tengah ini pada Selasa (9/6).
"Meskipun kalah di medan perang, AS memilih untuk menguji tekad kami," tulis Araghchi di X, Rabu.
Araghchi menegaskan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) tidak bakal membiarkan satu serangan alias ancaman apapun tanpa balasan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tinggalkan wilayah kami jika Anda mau aman," kata dia
Araghci lampau berujar, "Sejarah Teluk Persia mempunyai banyak bab tentang nasib jelek orang luar nan mengganggu."
Komentar Araghchi muncul usai AS menggempur sejumlah titik di Jask, Sirik, dan Qeshm. Imbas gempuran tersebut, menara komunikasi dan dua tangki air Iran hancur.
Serangan AS dilakukan usai mereka menuduh Iran menembak pesawat Apache saat sedang patroli di Selat Hormuz pada Senin. Iran lampau membalas dengan meluncurkan serangan jawaban ke pangkalan militer AS di Bahrain dan Yordania.
Di Bahrain, Iran menggempur pangkalan militer AS menggunakan drone.
"Sebagai tanggapan atas tindakan biadab musuh, pesawat tempur angkatan laut IRGC melancarkan serangan drone terhadap Angkatan Laut ke-5 Bahrain pada pukul 02.30," demikian pernyataan IRGC , dikutip AFP.
IRGC juga menyerang pangkalan militer AS di Yordania menggunakan rudal.
Iran mengeklaim telah menghancurkan empat sasaran utama, termasuk sarang pesawat tempur F35 di pangkalan udara dan pusat komando kendali militer AS di Al-Azraq, Yordania.
AS dan Iran bertempur sejak akhir Februari lalu. Mereka sempat gencatan senjata dan diperpanjang tanpa rincian lebih lanjut. Kesepakatan ini mencakup penghentian serangan ke Iran dan Lebanon.
Namun, Iran menuduh AS dan sekutunya Israel melanggar kesepakatan. Pertempuran pun hingga sekarang tetap berlanjut.
(isa/dna)
Add
as a preferred source on Google
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·