Ini Sebab Ilmiah Kenapa Ikan Sapu-sapu Invasif, Pantas Dimusnahkan

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta mendorong pemusnahan ikan sapu-sapu nan dianggap hama. Banyak orang tetap belum mengerti sungguh ikan ini sangat invasif.

Literatur ilmiah mengenai ancaman dan ancaman ikan sapu-sapu terhadap ekosistem, sudah banyak tersedia di ruang digital. Salah satunya adalah Jurnal Albacore, Volume 4 No 1, Februari 2020 nan diakses detikINET, Senin (20/4/2026).

Jurnal itu mempublikasikan hasil penelitian tim intelektual ialah Hasrianti, Surianti dan Muhammad Rais Rahmat Razak, nan meneliti ikan sapu-sapu di Danau Sidenreng, Desa Teteaji, Kelurahan Wette'e, Kabupaten Sidenreng Rappang. Menurut mereka, ledakan populasi ikan sapu-sapu menyebabkan berkurangnya ikan tangkapan nelayan seperti gabus, nila, tawes, mas, mujair di waduk tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Keberadaan ikan sapu-sapu nan tergolong ikan invasif dapat mengakibatkan kerusakan apalagi lenyapnya organisasi ikan lokal nan ada di perairan," demikian temuan penelitian tersebut.

Kenapa ikan sapu-sapu menjadi sangat invasif, rupanya ada beberapa sebab. Maruf Adnan dalam artikelnya The Environmental Impact of Hypostomus plecostomus: Assessing the Potential Harm to Water Species menjelaskan ikan sapu-sapu punya keahlian penyesuaian tinggi, sigap berkembang biak mengalahkan ikan lokal, perilakunya menyantap alga mengganggu ekosistem lantaran alga menjadi tempat berlindung hewan air lainnya.

Ikan sapu-sapu sebagai pendatang juga menularkan penyakit nan mengganggu jenis lokal. Selain itu temuan dalam riset lain menyebut ikan sapu-sapu tidak mempunyai predator dan musuh alami di tempat barunya.

Adnan menegaskan pentingnya sikap kepemilikan hewan piaraan nan bertanggung jawab. Jangan sembarangan melepas ikan piaraan ke alam bebas.

"Perlunya strategi pengelolaan nan efektif untuk mengurangi akibat jenis invasif terhadap lingkungan perairan asli," simpulnya.

Sebelumnya, sekitar 6,98 ton ikan sapu-sapu ditangkap di beragam letak di Jakarta per Jumat (17/4). Setelah operasi penangkapan serentak itu, sekitar 68.880 ekor ikan sapu-sapu kemudian dibelah dan dikubur di titik-titik dekat pintu air.

Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan A Sidabalok menjelaskan penguburan ini salah satunya untuk memastikan agar tidak ada penyelewengan ikan sapu-sapu hasil tangkapan. Misalnya seperti penjualan hasil tangkapan secara sepihak ke pedagang.


(fay/fyk)


Sumber detik-inet