Harga Bbm Naik 40%, Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Sebulan

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

Jakarta -

Pakistan resmi menggratiskan jasa transportasi publik milik negara di area ibu kota dan provinsi padat masyarakat selama sebulan ke depan. Langkah tersebut dilakukan setelah pemerintah secara drastis meningkatkan nilai bahan bakar (BBM) imbas perang di Timur Tengah.

Sebelumnya pada Kamis (2/4), pemerintah meningkatkan nilai bensin hingga 42,7% jadi 485 rupee (US$ 1,70 alias Rp 28.866) per liter. Kondisi ini sempat menuai protes dari penduduk setempat dan menyebabkan panic buying.

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, kemudian menarik kembali kebijakan nilai BBM baru pada Jumat (3/4) malam waktu setempat dengan mengatakan bahwa dia bakal menetapkan nilai bensin sebesar 378 rupee per liter. Meski penahanan nilai BBM ini kemungkinan hanya bisa dilakukan pemerintah selama sebulan saja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penurunan ini bakal bertindak setidaknya selama satu bulan. Saya berjanji tidak bakal berakhir sampai kehidupan Anda kembali normal," katanya dalam pidato nasional nan disiarkan televisi, seperti dikutip dari SCMP, Sabtu (4/4/2026).

Meski nilai bensin bisa ditekan untuk sementara, Sharif tidak menurunkan nilai bahan bakar solar. Membuat nilai BBM jenis itu tetap berada di level 520 rupee per liter, alias naik sebesar 54,9% sebelum bentrok Timur Tengah mempengaruhi nilai minyak mentah dunia.

Atas dasar inilah pemerintah kemudian berinisiatif untuk menggratiskan jasa transportasi publik guna mengurangi beban perjalanan masyarakat. Pakistan bakal menanggung beban sebesar 350 juta rupee untuk melaksanakan kebijakan itu.

"Semua transportasi umum di Islamabad bakal digratiskan untuk masyarakat umum selama 30 hari ke depan, mulai besok," tulis Menteri Dalam Negeri Mohsin Naqvi di media sosial pada hari Jumat.

Selain itu di Punjab, provinsi terpadat di Pakistan, juga berupaya mengurangi biaya perjalanan untuk transportasi umum nan dikelola negara dan mengumumkan subsidi nan ditargetkan untuk truk dan bus. Dari subsidi inilah pemerintah wilayah menekan operator swasta untuk tidak membebankan kenaikan biaya kepada penumpang.

Di Sindh, pemerintah provinsi di kota terbesar Pakistan, Karachi, mengumumkan subsidi serupa untuk pengendara sepeda motor dan petani kecil. Menunjukkan gimana upaya pemerintah setempat dalam menghadapi krisis daya imbas bentrok di Iran.

(igo/ara)

Sumber finance