PROKALTENG.CO-Sebanyak 28.445 jemaah haji dari total 76 kloter telah diberangkatkan dari Embarkasi Surabaya ke Tanah Suci. Meski demikian, tetap terdapat sejumlah jemaah nan terpaksa menunda keberangkatan lantaran kondisi kesehatan dan saat ini tetap menjalani perawatan di Rumah Sakit Haji Surabaya.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, mengatakan hingga saat ini tercatat ada 12 orang nan belum bisa diberangkatkan.
Jumlah tersebut terdiri dari 8 jemaah nan sedang sakit dan 2 orang pendamping nan ikut menunggu dan 2 orang disebabkan perihal lain.
Sebagian besar dari mereka tetap menjalani pemantauan kesehatan intensif serta menunggu kesiapan bangku kosong agar dapat berasosiasi dengan rombongan pada kloter pemberangkatan berikutnya.
“Masih ada 8 orang jemaah nan dirawat lantaran sakit dan 2 pendamping nan menunggu, dua lainnya juga menunggu di pondok haji. Jemaah nan sakit tetap dalam tahap pemulihan dan observasi kesehatan,” tuturnya, Senin (11/5).
Dalam penyelenggaraan operasional keberangkatan hingga saat ini, tercatat sebanyak 112 kejadian mutasi keluar nan menyebabkan perubahan susunan daftar nama jemaah alias manifest penerbangan.
Rincian penyebabnya meliputi, 1 jemaah sakit di wilayah asal, 23 jemaah sakit nan dirawat di Rumah Sakit Haji, 1 jemaah dengan kondisi kehamilan, 11 pendamping resmi jemaah, 1 jemaah wafat di daerah, 27 jemaah nan menunda keberangkatan dari wilayah asal.
Kemudian 2 jemaah nan menunda keberangkatan melalui jalur Macca Road, 34 bangku kosong lantaran pesawat tidak terisi penuh, 2 perpindahan nomor urut keberangkatan, serta 19 kasus perpindahan antar kloter.
Dari jumlah total 112 kekosongan akibat mutasi keluar tersebut, pihak penyelenggara sukses mengisi kembali sebanyak 67 bangku melalui sistem mutasi masuk.
Pengisian ini berasal dari dua sumber utama, ialah 25 orang jemaah nan sebelumnya belum masuk ke dalam daftar kloter dan 48 orang jemaah lain nan dialihkan dari kloter sebelumnya untuk mengisi kekosongan nan ada.
Berkat upaya ini, jumlah sisa bangku kosong alias nan dikenal dengan julukan open seat sukses ditekan hingga menyisakan 55 bangku saja.
“Kami terus berupaya melakukan optimasi pengisian bangku kosong agar kapabilitas penerbangan dapat dimanfaatkan secara maksimal dan seluruh rangkaian operasional pemberangkatan dapat melangkah secara efektif dan efisien,” tegas Anam.
Di sisi lain, PPIH Embarkasi Surabaya juga menyampaikan berita duka. Hingga saat ini tercatat ada 6 jemaah haji yang wafat saat sedang melaksanakan ibadah di Tanah Suci dan 2 jemaah nan meninggal sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Jemaah nan wafat ialah :
1. Kamariyah Dul Tayib, 85, wafat di Hotel Maysan Al Harithia, Madinah (26/4) disebabkan acute respiratory failure asal Kabupaten Pasuruan kloter 8 dimakamkan di Baqi
- Abd Wachid, 71, wafat di RS Al-Noor, Makkah (7/5), disebabkan septicshock, Kabupaten Pasuruan, kloter 7 dimakamkan di Surabaya
- Fajar Puja Sasmita, 53, wafat di RS King Faisal, Makkah (7/5) disebabkan cardiogenic shock asal Kota Malang, kloter 11 dimakamkan di Saraya
- Sibiatun Saji, 72, wafat di Mouwarat Hospital, Madinah (8/5), disebabkan acute respiratory failure, asal Lamongan, kloter 33, dimakamkan di Baqi
- Mustikan Rajim Diman, 75, wafat di Al Haram Hospital Medina, disebabkan cardiogenic shock,asal Gresik, Kloter 47, dimakamkan di Baqi
- Suyono Reso, 58, wafat di RS King Faisal, Makkah (9/5), disebabkan cardiogenic shock, asal Jombang, kloter 62, dimakamkan di Saraya.
- Tini Atmin, 56, wafat di RS Haji Surabaya (11/5), disebabkan sesak nafas dan desaturasi, asal Gresik, kloter 43
- Akhmad Tohar Abdul Muin, 73, wafat di wilayah asal Pasuruan setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Haji Surabaya disebabkan paru-paru, kloter 6, asal Kabupaten Pasuruan.
“Kami menyampaikan duka cita nan mendalam atas wafatnya para jemaah di Tanah Suci maupun di wilayah asal. Semoga seluruh kebaikan ibadah nan telah beliau lakukan diterima oleh Allah SWT dan family nan ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi ujian ini,” ujarnya.
Sementara itu, Senin tercatat sebanyak 1.900 orang jemaah telah diberangkatkan melalui lima kloter pemberangkatan.
Kelima kloter tersebut berasal dari wilayah Kabupaten Sumenep, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Kota Surabaya. (rmt/jpg)
PROKALTENG.CO-Sebanyak 28.445 jemaah haji dari total 76 kloter telah diberangkatkan dari Embarkasi Surabaya ke Tanah Suci. Meski demikian, tetap terdapat sejumlah jemaah nan terpaksa menunda keberangkatan lantaran kondisi kesehatan dan saat ini tetap menjalani perawatan di Rumah Sakit Haji Surabaya.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, mengatakan hingga saat ini tercatat ada 12 orang nan belum bisa diberangkatkan.
Jumlah tersebut terdiri dari 8 jemaah nan sedang sakit dan 2 orang pendamping nan ikut menunggu dan 2 orang disebabkan perihal lain.
Sebagian besar dari mereka tetap menjalani pemantauan kesehatan intensif serta menunggu kesiapan bangku kosong agar dapat berasosiasi dengan rombongan pada kloter pemberangkatan berikutnya.
“Masih ada 8 orang jemaah nan dirawat lantaran sakit dan 2 pendamping nan menunggu, dua lainnya juga menunggu di pondok haji. Jemaah nan sakit tetap dalam tahap pemulihan dan observasi kesehatan,” tuturnya, Senin (11/5).
Dalam penyelenggaraan operasional keberangkatan hingga saat ini, tercatat sebanyak 112 kejadian mutasi keluar nan menyebabkan perubahan susunan daftar nama jemaah alias manifest penerbangan.
Rincian penyebabnya meliputi, 1 jemaah sakit di wilayah asal, 23 jemaah sakit nan dirawat di Rumah Sakit Haji, 1 jemaah dengan kondisi kehamilan, 11 pendamping resmi jemaah, 1 jemaah wafat di daerah, 27 jemaah nan menunda keberangkatan dari wilayah asal.
Kemudian 2 jemaah nan menunda keberangkatan melalui jalur Macca Road, 34 bangku kosong lantaran pesawat tidak terisi penuh, 2 perpindahan nomor urut keberangkatan, serta 19 kasus perpindahan antar kloter.
Dari jumlah total 112 kekosongan akibat mutasi keluar tersebut, pihak penyelenggara sukses mengisi kembali sebanyak 67 bangku melalui sistem mutasi masuk.
Pengisian ini berasal dari dua sumber utama, ialah 25 orang jemaah nan sebelumnya belum masuk ke dalam daftar kloter dan 48 orang jemaah lain nan dialihkan dari kloter sebelumnya untuk mengisi kekosongan nan ada.
Berkat upaya ini, jumlah sisa bangku kosong alias nan dikenal dengan julukan open seat sukses ditekan hingga menyisakan 55 bangku saja.
“Kami terus berupaya melakukan optimasi pengisian bangku kosong agar kapabilitas penerbangan dapat dimanfaatkan secara maksimal dan seluruh rangkaian operasional pemberangkatan dapat melangkah secara efektif dan efisien,” tegas Anam.
Di sisi lain, PPIH Embarkasi Surabaya juga menyampaikan berita duka. Hingga saat ini tercatat ada 6 jemaah haji yang wafat saat sedang melaksanakan ibadah di Tanah Suci dan 2 jemaah nan meninggal sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Jemaah nan wafat ialah :
1. Kamariyah Dul Tayib, 85, wafat di Hotel Maysan Al Harithia, Madinah (26/4) disebabkan acute respiratory failure asal Kabupaten Pasuruan kloter 8 dimakamkan di Baqi
- Abd Wachid, 71, wafat di RS Al-Noor, Makkah (7/5), disebabkan septicshock, Kabupaten Pasuruan, kloter 7 dimakamkan di Surabaya
- Fajar Puja Sasmita, 53, wafat di RS King Faisal, Makkah (7/5) disebabkan cardiogenic shock asal Kota Malang, kloter 11 dimakamkan di Saraya
- Sibiatun Saji, 72, wafat di Mouwarat Hospital, Madinah (8/5), disebabkan acute respiratory failure, asal Lamongan, kloter 33, dimakamkan di Baqi
- Mustikan Rajim Diman, 75, wafat di Al Haram Hospital Medina, disebabkan cardiogenic shock,asal Gresik, Kloter 47, dimakamkan di Baqi
- Suyono Reso, 58, wafat di RS King Faisal, Makkah (9/5), disebabkan cardiogenic shock, asal Jombang, kloter 62, dimakamkan di Saraya.
- Tini Atmin, 56, wafat di RS Haji Surabaya (11/5), disebabkan sesak nafas dan desaturasi, asal Gresik, kloter 43
- Akhmad Tohar Abdul Muin, 73, wafat di wilayah asal Pasuruan setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Haji Surabaya disebabkan paru-paru, kloter 6, asal Kabupaten Pasuruan.
“Kami menyampaikan duka cita nan mendalam atas wafatnya para jemaah di Tanah Suci maupun di wilayah asal. Semoga seluruh kebaikan ibadah nan telah beliau lakukan diterima oleh Allah SWT dan family nan ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi ujian ini,” ujarnya.
Sementara itu, Senin tercatat sebanyak 1.900 orang jemaah telah diberangkatkan melalui lima kloter pemberangkatan.
Kelima kloter tersebut berasal dari wilayah Kabupaten Sumenep, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Kota Surabaya. (rmt/jpg)
2 jam yang lalu


English (US) ·
Indonesian (ID) ·