Google Ubah Android Jadi 'agen' Ai Yang Bisa Bertindak Sendiri

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Google menjadikan Gemini bukan sekadar chatbot AI, melainkan diimplementasikan di seluruh ponsel, browser, mobil, dan laptop, hanya beberapa minggu sebelum Apple diperkirakan bakal memamerkan pembaruan Apple Intelligence nan didukung Gemini di arena WWDC.

Menjelang konvensi Google I/O minggu depan, mereka memberikan pratinjau sejumlah pembaruan Android, termasuk otomatisasi aplikasi berkekuatan AI, jenis Chrome nan lebih pandai di Android, tool baru untuk kreator, pengalaman Android Auto nan didesain ulang, serta serangkaian fitur keamanan baru.

Dikutip detikINET dari CNBC, Sabtu (16/5/2026), Alphabet mengandalkan Gemini untuk membantu Google bersaing dengan OpenAI dan Anthropic di pasar AI, sekaligus menjadi tulang punggung di seluruh portofolio produk nan luas, termasuk Android.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sisi lain, Gemini turut menenagai sebagian AI baru Apple, memberikan Google peran dalam pembaruan AI kreator iPhone tersebut, di saat Google sendiri berpacu membuktikan bahwa jenis kepintaran buatan individual di ponsel miliknya sudah jauh lebih maju.

Sameer Samat, nan mengawasi ekosistem Android Google, menyebut Google membangun ulang bagian-bagian dari Android dengan berpusat pada Gemini Intelligence untuk membantu pengguna menyelesaikan tugas sehari-hari lebih mudah. "Kami sedang bertransisi dari sebuah sistem operasi jadi sebuah sistem kecerdasan," ujarnya.

Gemini Intelligence bakal dapat beranjak antar-aplikasi, memahami apa nan ada di layar, dan menyelesaikan tugas nan biasanya mengharuskan pengguna melompat dari satu jasa ke jasa lainnya. Berarti Android bergerak melampaui model asisten tradisional, di mana pengguna mengusulkan pertanyaan dan mendapat jawaban, menjadi lebih bertindak seperti pemasok AI.

Sebagai contoh, Gemini dapat menarik info relevan dari Gmail, membikin keranjang belanja, dan melakukan reservasi. Samat memberikan contoh dengan meminta Gemini memandang daftar tamu pesta barbeku, menyusun menu, menambahkan bahan ke daftar shopping di Instacart, dan minta persetujuan sebelum pembayaran.

Kekhawatiran besar seputar agentic AI termasuk potensi software mengambil tindakan atas nama pengguna tanpa izin. Samat menegaskan bahwa Gemini bakal kembali ke pengguna sebelum menyelesaikan sebuah transaksi, seraya menambahkan manusia bakal selalu dilibatkan di dalamnya.

Fitur otomatisasi aplikasi ini bakal diluncurkan bertahap, dimulai dengan ponsel Samsung Galaxy dan Google Pixel terbaru, sebelum diperluas ke lebih banyak perangkat Android, termasuk jam tangan, mobil, kacamata pintar, dan laptop pada akhir tahun ini.

Perusahaan juga merancang ulang Android Auto dengan berpusat pada Gemini. Android Auto telah datang di lebih dari 250 juta mobil. Rilis barunya mencakup pembaruan peta terbesar dalam satu dasawarsa terakhir serta support berkekuatan Gemini untuk tugas seperti memesan makan saat mengemudi.

Strategi AI Alphabet disambut baik Wall Street, mendorong nilai saham perusahaan tersebut naik lebih dari 140% dalam setahun terakhir, dibandingkan dengan kenaikan Apple nan hanya sekitar 40%. Para penanammodal sekarang mau memandang gimana Gemini dapat menjadi lebih sentral dalam produk-produk nan digunakan setiap hari.


(fyk/hps)

Sumber detik-inet