Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah area di markas besar Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Pentagon, ditutup dan sebagian lainnya dievakuasi setelah terdeteksi kejadian nan berangkaian dengan bahan rawan serta masalah kualitas udara di dalam gedung.
Juru bicara Pentagon Sean Parnell mengatakan sistem pemantauan di kompleks tersebut mendeteksi gangguan kualitas udara sehingga pihak berkuasa menerapkan langkah-langkah pencegahan sembari melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
"Kementerian Pertahanan menjalankan protokol perlindungan standar, termasuk perintah berlindung di tempat (shelter-in-place) untuk area nan terdampak," kata Parnell, Kamis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, tim respons darurat telah disiagakan untuk membantu penunggu gedung selama proses investigasi berlangsung.
Penanganan kejadian dilakukan oleh tim bahan rawan (HazMat) Pentagon Force Protection Agency dengan support Arlington County Fire Department. Pemerintah setempat juga mengonfirmasi bahwa tim HazMat telah diterjunkan ke lokasi.
Tim keamanan Pentagon dalam pesan internal menyebut bahwa pengetesan tambahan diperlukan untuk mengetahui penyebab masalah kualitas udara tersebut. Proses pemeriksaan diperkirakan menyantap waktu antara satu hingga dua jam.
Sementara itu, sejumlah area di kompleks Pentagon dilaporkan telah ditutup. Dua sumber menyebut lantai dua hingga lima pada koridor empat hingga tujuh tidak dapat diakses untuk sementara waktu.
Laporan CNN juga menyebut petugas kepolisian di dalam gedung terlihat mengenakan masker gas serta perlengkapan pelindung kimia komplit sebagai langkah antisipasi.
Hingga sekarang belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun korban luka akibat kejadian tersebut. Penyebab pasti gangguan kualitas udara di Pentagon tetap dalam penyelidikan.
(tim/isn)
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·