Jakarta -
Pemerintah Amerika Serikat rupanya memandang potensi besar di kembali skill bermain video game. Mereka sekarang terang-terangan membidik para gamer untuk direkrut menjadi pengatur lampau lintas udara alias air traffic controller (ATC).
Langkah unik ini diambil oleh badan penerbangan federal AS (FAA) untuk mengatasi krisis kekurangan pekerja di sektor krusial tersebut. Mereka apalagi merilis kampanye iklan unik untuk menyambut pembukaan jendela rekrutmen pada pekan depan.
Iklan tersebut dibuka dengan menampilkan logo konsol Xbox nan kemudian bertransisi menjadi montase para gamer nan sedang bermain game online. Adegan tersebut lampau berganti menampilkan petugas ATC nan sedang konsentrasi menatap layar radar di menara pemantau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anda telah berlatih untuk ini," sebut narasi dalam iklan tersebut nan seolah menyamakan intensitas bermain game dengan pekerjaan memandu pesawat terbang.
Daya tarik utama nan ditawarkan tentu saja adalah gajinya nan fantastis. Iklan itu menjanjikan penghasilan hingga USD 155.000 alias sekitar Rp 2,4 miliar per tahun setelah mereka bekerja selama tiga tahun.
Menteri Transportasi AS Sean P. Duffy menyatakan bahwa FAA memang kudu beradaptasi untuk menjangkau generasi pekerja ATC berikutnya. Strategi baru ini sengaja menyasar demografi dewasa muda nan diyakini mempunyai keahlian dasar mumpuni untuk sukses di posisi tersebut.
Upaya perekrutan ini sebenarnya menggemakan kembali kampanye serupa berjudul "level up" nan pernah diluncurkan pada era pemerintahan Biden di tahun 2021 lalu. Istilah unik bumi game itu dipakai secara unik untuk memikat hati para gamer agar mau mengabdi.
Pekerjaan ATC sendiri sangat krusial untuk menjaga keselamatan lampau lintas armada penerbangan. Mereka dituntut kudu bisa memantau dan mengarahkan rute puluhan pesawat secara berbarengan demi menghindari tabrakan di udara maupun di landasan pacu.
Profesi berisiko tinggi ini jelas memerlukan skill teknis serta keahlian mengambil keputusan super sigap di bawah tekanan. Sayangnya, masalah kekurangan staf terus menghantui FAA dan diproyeksikan bakal terus membengkak setiap tahunnya.
Tahun lalu, FAA menyebut mereka idealnya memerlukan 14.663 pengontrol aktif nan bertugas. Namun saat itu mereka tetap kekurangan setidaknya 3.000 orang, padahal ribuan staf lama diperkirakan bakal segera pensiun alias berakhir pada tahun 2028 mendatang.
Serikat pekerja ATC nasional juga mendukung penuh strategi inovatif ini. Mereka menyambut baik ekspansi seleksi kandidat selama para calon pekerja tetap diwajibkan melewati standar ketat nan disyaratkan untuk pekerjaan krusial ini.
Dorongan rekrutmen darurat ini juga dipicu oleh sejumlah rentetan kejadian penerbangan fatal belakangan ini. Pada awal tahun 2025 lalu, sebuah helikopter militer berbenturan dengan jet penumpang di dekat Bandara Ronald Reagan dan menewaskan 67 orang.
Insiden mengerikan juga baru saja terjadi pada awal tahun ini ketika pesawat Air Canada menabrak truk pemadam kebakaran di Bandara LaGuardia New York hingga menewaskan dua orang pilot, demikian dikutip detikINET dari BBC, Rabu (15/4/2026).
Melihat tingginya akibat keselamatan nan ada, kehadiran darah muda dengan keahlian multitasking tingkat tinggi sepertinya memang sangat mendesak. Para fans game strategi alias simulasi penerbangan mungkin bisa mulai mempertimbangkan pekerjaan ini sebagai jenjang pekerjaan di bumi nyata.
(asj/rns)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·