Gajah Memang Unik, Tapi Soal Menyembah Bulan Itu Hoax

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta -

Saking uniknya gajah, banyak orang jahil menyebar info tiruan di ruang digital dan banyak nan percaya. Salah satunya hoax soal gajah punya kepercayaan dan menyembah bulan, nan sempat tercantum di Wikipedia.

Pada era Twitter, sebelum berubah nama jadi X, ada netizen nan menyebarkan info bahwa gajah mempunyai kepercayaan dan menyembah Bulan. Dengan bersemangat, @Scholf_A_Loaf menuliskan cuitan.

"Mengapa tidak ada nan memberitahuku bahwa gajah mempunyai kepercayaan dan menyembah bulan? Siapa nan menyembunyikan info ini dariku?" tanyanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir IFLScience, Minggu (19/4/2026) dia pun menyertai tangkapan layar dari Wikipedia nan bersuara sebagai berikut:

"Ronald K. Siegel telah mempelajari cikal bakal kepercayaan religius pada gajah Afrika dan menyimpulkan bahwa 'gajah menyadari siklus alam, lantaran mereka mempraktikkan "pemujaan bulan," melambaikan ranting ke arah bulan sabit dan melakukan ritual mandi ketika bulan purnama.' Pengamatan oleh Pliny the Elder juga mencatat dugaan penghormatan gajah terhadap benda-benda langit."

Pertama, ini menjadi pelajaran bahwa seseorang kudu mengecek sumber info nan dia terima agar jangan sampai menjadi korban hoax. Sekarang, jika Anda membuka entri Wikipedia, Anda bakal memandang bahwa bagian tersebut telah dihapus lantaran kontroversial. Kutipan pada laman arsip untuk karya Ronald K. Siegel mengarahkan pembaca ke 'The Psychology of Life After Death', nan ditulis pada tahun 1980.

Makalah ini memang menyatakan bahwa 'gajah menyadari siklus alam, lantaran mereka mempraktikkan pemujaan bulan, melambaikan ranting ke bulan sabit dan melakukan ritual mandi ketika bulan purnama, tetapi sebagai referensi mencantumkan karya Ronald K. Siegel, dari tahun 1977.

Makalah ini mencantumkan C. Clair sebagai referensi, nan pada gilirannya mengutip Plinius Tua sebagai sumber info awal. Plinius (meskipun memberi kita banyak catatan berbobot dari setelah SM beranjak ke Masehi) juga menuliskan banyak info nan sangat tidak jeli nan kudu kita telusuri terlebih dahulu.

Di antara klaim-klaim dahsyat lainnya tentang gajah, dia pernah menulis bahwa gajah dan badak adalah musuh alami. Dia juga mengatakan gajah mengetahui kesenangan cinta dan kemuliaan, dan, pada tingkat nan jarang ditemukan apalagi di antara manusia, mempunyai pendapat tentang kejujuran, kebijaksanaan, dan keadilan.

Ia juga percaya anak domba dapat tumbuh dari tanah seperti gulma. Pada intinya, ini bukanlah orang nan tepat untuk dijadikan dasar klaim gajah itu religius, terutama jika ini adalah satu-satunya catatan tentang perilaku tersebut. Jadi bisa dibilang, jenis info dahsyat soal gajah tersebut adalah tidak ilmiah.

Selain daripada info hoax tersebut, pada faktanya gajah adalah hewan nan menarik untuk diteliti. Fakta menarik gajah nan diakui secara ilmiah adalah mereka menunjukkan beberapa tanda 'berkabung' atas kematian sesama gajah, melakukan kunjungan berulang kali ke buntang gajah nan membusuk, dan mengeluarkan bunyi di sekitar gajah nan mati. Hal ini menunjukkan tanda-tanda ikatan nan kuat antar hewan. Mereka pun dapat memahami isyarat manusia.


(ask/fay)


Sumber detik-inet