Elon Musk Pesan Chip 14a Intel Untuk Tesla

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Daftar Isi Jakarta -

Elon Musk mengumumkan bahwa Tesla berencana menggunakan teknologi manufaktur chip generasi terbaru milik Intel, ialah proses 14A. chip mutakhir ini rencananya bakal diproduksi secara unik di kompleks akomodasi kepintaran buatan (AI) super megah berjulukan Terafab nan berlokasi di Austin, Texas.

Keputusan bos Tesla ini menjadi napas buatan nan sangat krusial bagi Intel. Pasalnya, Musk resmi menjadi pengguna besar eksternal pertama nan menggunakan teknologi tersebut.

Sebelumnya, CEO Intel Lip Bu Tan sempat memberikan peringatan keras. Ia menyatakan bahwa perusahaannya bersiap untuk mundur sepenuhnya dari upaya manufaktur chip jika mereka kandas mengamankan setidaknya satu pengguna dari pihak luar. Intel sebelumnya sempat menolak berkomentar, namun langkah Musk ini jelas membuktikan bahwa mereka belum menyerah untuk menyaingi kekuasaan TSMC.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengumuman ini langsung disambut positif oleh pasar. Saham Intel dilaporkan melonjak hingga 3,6 persen pada perdagangan setelah jam kerja (extended trading). Sebaliknya, saham Tesla justru sedikit terkoreksi lantaran penanammodal tampak skeptis dengan rencana peningkatan modal nan dinilai terlalu muluk dan kebiasaan Musk nan kerap meleset dari sasaran waktu.

Mengenal Megaproyek Terafab

Awal bulan ini, Intel telah sepakat untuk berasosiasi dengan proyek kompleks chip AI Terafab berbareng Tesla dan SpaceX. Proyek raksasa ini bermaksud untuk memproduksi prosesor unik nan bakal menenagai ambisi robotika dan pusat info luar angkasa milik sang miliarder.

Fasilitas berskala masif ini nantinya bakal menampung dua pabrik chip nan sangat canggih:

  • Pabrik Bumi: Difokuskan untuk menyuplai "otak" mobil listrik pandai dan jejeran robot humanoid.
  • Pabrik Luar Angkasa: Dirancang secara unik untuk memproduksi chip penggerak pusat info di luar angkasa.

Target nan dipatok pun tidak main-main. Terafab diproyeksikan kelak bisa menghasilkan kapabilitas komputasi hingga satu terawatt per tahun. Sebagai perbandingan, saat ini seluruh kapabilitas komputasi nan dihasilkan di seluruh penjuru Amerika Serikat hanya berkisar di nomor separuh terawatt.

Tentu saja, ambisi ini memerlukan modal nan tidak sedikit. Menurut perkiraan firma riset Bernstein, membangun kapabilitas chip sebesar itu bakal menyedot biaya shopping modal nan sangat fantastis, ialah berkisar antara USD 5 triliun hingga USD 13 triliun.

Kemitraan Strategis nan Menjanjikan

Bagi para pemegang saham Intel, kesepakatan ini jelas merupakan berita nan sangat melegakan.

"Mengingat pada saat Terafab mulai beraksi dalam skala besar, teknologi 14A kemungkinan sudah cukup matang alias siap untuk masa jayanya. Menggunakan 14A sepertinya adalah langkah nan tepat, dan kami mempunyai hubungan nan sangat baik dengan Intel," puji Musk.

Kepala konsultan teknologi Creative Strategies, Ben Bajarin, menilai teknologi 14A ini bisa menjadi titik kembali kebangkitan Intel. Memiliki mitra awal berskala raksasa seperti Tesla sangat krusial untuk membantu pabrikan mematangkan proses manufaktur mereka di teknologi mutakhir.

Analis Seaport Research Partners, Jay Goldberg, turut menambahkan bahwa mosi percaya dari Elon Musk jauh lebih berbobot daripada beragam ketidakpastian proyek Terafab saat ini. Keberhasilan mendapatkan pengguna nyata dianggap jauh lebih krusial daripada sekadar berdebat soal kapan proyek tersebut bakal rampung.

"Meskipun ini tidak setara dengan volume pesanan dari Apple alias Nvidia, tapi ini adalah pengguna nan nyata. Ini bisa menghasilkan volume penjualan nan nyata bagi mereka," ujar Goldberg, demikian dikutip detikINET dari Reuters, Kamis (23/4/2026).

Meski perincian operasional Terafab seperti siapa nan bakal menanggung biaya peralatan dan siapa pihak nan bakal mengoperasikannya tetap menjadi misteri, pesanan chip untuk menopang upaya mobil listrik Tesla saat ini saja sudah menjadi kemenangan besar bagi Intel.


(asj/fay)



Sumber detik-inet