Ekspor Kalteng Menggeliat, Sentuh Us$373,46 Juta

Sedang Trending 2 jam yang lalu

– Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi (Kalteng) mencatat keahlian ekspor menunjukkan tren positif dengan nilai mencapai US$373,46 juta pada Maret 2026.

Data tersebut disampaikan Statistisi Ahli Madya BPS Kalteng, M. Taufiqurrahman, saat merilis Berita Resmi Statistik (BRS) di Kantor BPS Kalteng, , Senin, 4 Mei 2026.

“Kinerja perdagangan luar negeri menunjukkan hasil nan menggembirakan. Nilai ekspor Kalteng pada Maret 2026 mencapai US$373,46 juta, meningkat signifikan baik secara bulanan maupun tahunan,” ujarnya.

Ia menambahkan, secara kumulatif nilai ekspor Kalteng pada periode Januari-Maret 2026 mencapai US$931,49 juta.

“Secara kumulatif, ekspor Januari-Maret 2026 mencapai US$931,49 juta, dengan komoditas utama batu bara dan minyak kelapa sawit. Neraca perdagangan tetap mencatatkan surplus,” katanya.

Selain sektor perdagangan, BPS juga mencatat pemulihan pada sektor pariwisata. Jumlah perjalanan visitor nusantara pada Maret 2026 mencapai lebih dari 1,2 juta perjalanan.

“Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang tercatat sebesar 37,28 persen, dengan kekuasaan visitor domestik,” ujarnya.

Sementara itu, sektor transportasi menunjukkan peningkatan aktivitas, terutama pada pikulan udara.

“Pada pikulan udara, total penumpang mencapai 143.947 orang dengan gelombang penerbangan sebanyak 1.670 penerbangan. Aktivitas transportasi laut juga tercatat stabil dengan 820 kunjungan kapal,” jelasnya.

Di sektor pertanian, Nilai Tukar Petani (NTP) Kalteng pada April 2026 tercatat sebesar 139,43 alias naik 1,22 persen dibanding bulan sebelumnya.

“Kenaikan ini mencerminkan membaiknya daya beli petani, didorong oleh komoditas unggulan seperti kelapa sawit, karet, dan gabah,” katanya.

BPS juga mencatat inflasi Kalteng pada April 2026 sebesar 0,41 persen secara bulanan dan 3,66 persen secara tahunan.

“Inflasi terutama dipicu oleh golongan makanan, minuman, dan tembakau, dengan komoditas seperti beras dan pikulan udara menjadi penyumbang utama,” ujarnya.

Secara umum, kondisi ekonomi Kalteng pada awal 2026 dinilai tetap stabil dengan support sektor perdagangan, pertanian, dan pariwisata.

“Secara umum, kondisi ekonomi Kalteng pada awal tahun 2026 menunjukkan stabilitas nan terjaga dengan dorongan pertumbuhan dari sektor perdagangan, pertanian, dan pariwisata,” pungkasnya.

(Sya'ban)

Sumber info-lokal