MUARA TEWEH,PROKALTENG.CO-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara Patih Herman AB, melakukan kunjungan resmi ke instansi PDAM Muara Teweh pada Selasa (5/5).
Kedatangan legislatif ini bermaksud untuk menyampaikan langsung keluhan masyarakat Desa Lemo I dan Desa Lemo II nan selama ini mengalami gangguan serius pada pengedaran air bersih. Masalah ini dinilai sudah berkepanjangan dan sangat membebani aktivitas harian penduduk di wilayah tersebut.
Persoalan utama nan disoroti adalah ketergantungan penuh sistem pengedaran air terhadap pasokan listrik. Kondisi ini menyebabkan pelayanan air bersih terhenti seketika setiap kali terjadi pemadaman listrik di wilayah desa. Patih Herman menegaskan bahwa kesiapan air semestinya tetap terjamin tanpa kudu sepenuhnya lumpuh akibat hambatan daya listrik nan fluktuatif.
“Kalau listrik padam, air juga tidak mengalir. Ini nan menjadi keluhan utama masyarakat,” ujar Patih Herman AB saat memberikan keterangan di hadapan jejeran manajemen PDAM saat itu.
Kondisi di Desa Lemo I dilaporkan lebih memprihatinkan lantaran tekanan air nan sangat rendah. Banyak penduduk nan mengeluh air tidak mengalir sama sekali ke pipa rumah tangga, sehingga mereka kudu mengeluarkan biaya ekstra untuk operasional mesin pompa pribadi. Bahkan, penduduk kudu mengantre dan bergantian menggunakan perangkat penyedot demi mendapatkan setetes air.
“Warga sampai menggunakan mesin penyedot (hitachi) untuk mendapatkan air, itu pun kudu bergantian,” tambah Patih Herman.
Menurutnya, situasi ini semakin menyulitkan warga, terutama jika pemadaman listrik terjadi pada malam hari, di mana kebutuhan air untuk keperluan domestik tetap melangkah namun sarana pendukungnya tidak berfungsi.
Menanggapi perihal tersebut, Direktur PDAM Muara Teweh, Rosmanjaya Anor, mengakui adanya hambatan teknis mengenai prasarana kelistrikan nan belum memadai untuk mendukung mesin pompa.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya memerlukan pembaruan jaringan kabel sepanjang 200 meter untuk mengoptimalkan keahlian pengedaran di wilayah Lemo.
“Kami memerlukan kabel berkapasitas lebih besar, lantaran kabel nan ada saat ini tidak bisa mendukung operasional secara maksimal,” jelas Rosmanjaya.
Sebagai langkah konkret, PDAM Barito Utara sekarang tengah menyusun Proposal Rencana Anggaran Biaya (RAB) nan mencakup penggantian pipa ke diameter nan lebih besar dan penambahan mesin pendukung di Desa Lemo I dan II.
Selain itu, pihak PDAM berbareng tim balai mengenai juga sedang melakukan inspeksi lapangan di Jalan Pendreh untuk memastikan jaringan pipa besar nan sudah terpasang dapat berfaedah optimal demi memenuhi kebutuhan dasar masyarakat secara luas. (bn/nue/kpg)
MUARA TEWEH,PROKALTENG.CO-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara Patih Herman AB, melakukan kunjungan resmi ke instansi PDAM Muara Teweh pada Selasa (5/5).
Kedatangan legislatif ini bermaksud untuk menyampaikan langsung keluhan masyarakat Desa Lemo I dan Desa Lemo II nan selama ini mengalami gangguan serius pada pengedaran air bersih. Masalah ini dinilai sudah berkepanjangan dan sangat membebani aktivitas harian penduduk di wilayah tersebut.
Persoalan utama nan disoroti adalah ketergantungan penuh sistem pengedaran air terhadap pasokan listrik. Kondisi ini menyebabkan pelayanan air bersih terhenti seketika setiap kali terjadi pemadaman listrik di wilayah desa. Patih Herman menegaskan bahwa kesiapan air semestinya tetap terjamin tanpa kudu sepenuhnya lumpuh akibat hambatan daya listrik nan fluktuatif.
“Kalau listrik padam, air juga tidak mengalir. Ini nan menjadi keluhan utama masyarakat,” ujar Patih Herman AB saat memberikan keterangan di hadapan jejeran manajemen PDAM saat itu.
Kondisi di Desa Lemo I dilaporkan lebih memprihatinkan lantaran tekanan air nan sangat rendah. Banyak penduduk nan mengeluh air tidak mengalir sama sekali ke pipa rumah tangga, sehingga mereka kudu mengeluarkan biaya ekstra untuk operasional mesin pompa pribadi. Bahkan, penduduk kudu mengantre dan bergantian menggunakan perangkat penyedot demi mendapatkan setetes air.
“Warga sampai menggunakan mesin penyedot (hitachi) untuk mendapatkan air, itu pun kudu bergantian,” tambah Patih Herman.
Menurutnya, situasi ini semakin menyulitkan warga, terutama jika pemadaman listrik terjadi pada malam hari, di mana kebutuhan air untuk keperluan domestik tetap melangkah namun sarana pendukungnya tidak berfungsi.
Menanggapi perihal tersebut, Direktur PDAM Muara Teweh, Rosmanjaya Anor, mengakui adanya hambatan teknis mengenai prasarana kelistrikan nan belum memadai untuk mendukung mesin pompa.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya memerlukan pembaruan jaringan kabel sepanjang 200 meter untuk mengoptimalkan keahlian pengedaran di wilayah Lemo.
“Kami memerlukan kabel berkapasitas lebih besar, lantaran kabel nan ada saat ini tidak bisa mendukung operasional secara maksimal,” jelas Rosmanjaya.
Sebagai langkah konkret, PDAM Barito Utara sekarang tengah menyusun Proposal Rencana Anggaran Biaya (RAB) nan mencakup penggantian pipa ke diameter nan lebih besar dan penambahan mesin pendukung di Desa Lemo I dan II.
Selain itu, pihak PDAM berbareng tim balai mengenai juga sedang melakukan inspeksi lapangan di Jalan Pendreh untuk memastikan jaringan pipa besar nan sudah terpasang dapat berfaedah optimal demi memenuhi kebutuhan dasar masyarakat secara luas. (bn/nue/kpg)
1 jam yang lalu


English (US) ·
Indonesian (ID) ·