CNN Indonesia
Senin, 15 Jun 2026 20:00 WIB
Potensi kerugian itu bakal terjadi andaikan Meghan Markle tidak sukses menjual seluruh stok selainya nan tersisa. (WireImage/Karwai Tang)
Jakarta, CNN Indonesia --
Bisnis Meghan Markle dengan merek As Ever dikabarkan terancam mengalami akibat kerugian hingga US$5 juta alias setara dengan Rp88,5 miliar (US$1=Rp17.703) jika stok produknya tidak terjual sebelum masa kedaluarsanya berakhir.
Istri Pangeran Harry ini mempunyai waktu hingga akhir musim panas tahun depan untuk menjual seluruh stok selai, teh, dan taburan kembang (flower sprinkles) sebelum produk-produk tersebut tidak lagi layak dijual.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Potensi kerugian itu bakal terjadi andaikan Meghan Markle tidak sukses menjual seluruh stok selai nan tersisa. Sementara, jika stok taburan kembang juga tidak terjual, kerugiannya bisa bertambah sekitar US$1 juta.
Melansir Page Six pada Senin (15/6), masalah kelebihan stok ini berasal dari keputusan Markle tahun lampau untuk memperluas bisnisnya secara garang setelah memandang kesuksesan awal peluncuran As Ever.
Saat meluncurkan merek style hidup tersebut pada April 2025, beragam produknya terjual lenyap hanya dalam hitungan menit.
Dua bulan kemudian, dia melakukan pengisian ulang stok setelah memesan produk hingga 10 kali lebih banyak dibanding jumlah awal untuk memenuhi tingginya permintaan pasar. Langkah itu kembali sukses lantaran seluruh produk terjual nyaris seketika.
Minggu berikutnya, dia menambahkan produk rosé wine ke situs As Ever, dan produk tersebut juga lenyap terjual dalam waktu kurang dari satu jam. Melihat tingginya nomor penjualan tersebut, Markle memutuskan untuk melakukan ekspansi upaya dalam skala besar.
"Tiba-tiba pembicaraan nan awalnya hanya tentang beberapa ribu toples dan tutup berubah menjadi kebutuhan membikin pesanan satu juta unit. Itu lompatan nan sangat besar hanya dalam beberapa bulan setelah memulai bisnis," kata Markle kepada Bloomberg pada Agustus tahun lalu.
Pada Januari 2026, sebuah kesalahan teknis di situs web mengungkap bahwa saat itu terdapat sekitar 650.190 unit stok nan belum terjual.
Sumber nan dikutip Page Six sebelumnya apalagi menyebut Markle mempunyai begitu banyak stok selai sehingga dia hanya membagikannya secara cuma-cuma kepada staf Netflix.
Namun kini, jumlah visitor situs jual beli milik Markle menurun sehingga menghalang upaya menjual seluruh persediaan tersebut. Menurut Newsweek, upaya sang Duchess sedang mengalami perlambatan nan bertepatan dengan penurunan popularitasnya di Amerika Serikat.
Data dari Similarweb menunjukkan bahwa situs As Ever menerima 246 ribu kunjungan pada Desember, dengan 180 ribu di antaranya berasal dari AS. Namun jumlah kunjungan dari AS turun tajam pada Januari 2026 menjadi hanya 89 ribu
Tren penurunan itu terus berlanjut, pada Februari 2026, As Ever hanya menerima 213 ribu kunjungan, dengan 83,5 ribu berasal dari AS. Pada Maret 2026, nomor kunjungan sempat meningkat dengan jumlah kunjungan 94 ribu berasal dari AS dari total 226 ribu kunjungan.
Namun, jumlah kunjungan mengalami penurunan drastis pada April 2026, dengan 61,5 ribu kunjungan berasal dari AS dari total 178 ribu kunjungan. Meski angka-angka tersebut sering digunakan sebagai parameter keahlian bisnis, perlu dicatat bahwa info penjualan resmi belum pernah dipublikasikan.
Kendati demikian, ahli bicara Meghan Markle membantah narasi bahwa upaya Duchess of Sussex ini sedang menuju kebangkrutan dan menganggap laporan-laporan tersebut hanya spekulasi nan berulang.
"Masalah dengan semua tulisan Daily Mail tentang hariakhir As Ever nan ditulis Alison Boshoff adalah bahwa semuanya seperti Groundhog Day: prediksi nan sama, sumber anonim nan sama, kepercayaan nan sama, dan entah gimana kami tetap menunggu musibah nan mereka janjikan sejak 2024."
(end)
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·