D1 Pertanian Kalteng Didesain Praktis, Reza: Lulus Bisa Langsung Kerja

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi (Kalteng), Muhammad Reza Prabowo, menegaskan Program D1 Vokasi Pertanian di Universitas Muhammadiyah (UMPR) dirancang dengan konsentrasi utama pada praktik, bukan sekadar teori.

Menurutnya, program tersebut ditargetkan segera melangkah setelah izin prinsip dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi diterbitkan.

“Izin prinsipnya ditargetkan terbit dalam waktu dekat untuk mendukung program Presiden Prabowo Subianto, ialah cetak sawah rakyat,” ujarnya dalam keterangannya, Senin, 20 April 2026.

Reza menjelaskan, program ini disiapkan untuk mencetak tenaga terampil nan siap langsung terjun ke lapangan. Program tersebut juga terbuka bagi beragam kalangan, termasuk lulusan sarjana nan mau menambah keahlian praktis.

“Tidak masalah meskipun sudah S1, jika mau mengambil D1 lagi dipersilakan, lantaran orientasinya langsung kerja,” katanya.

Ia menuturkan, sistem pembelajaran lebih menitikberatkan pada praktik dengan komposisi 70 persen aktivitas lapangan dan 30 persen teori di kelas. Mahasiswa juga bakal langsung terlibat dalam aktivitas pertanian nan mempunyai nilai ekonomis.

“Ketika belajar menanam alias membajak sawah, itu sudah mempunyai nilai ekonomis. Bahkan penggunaan perangkat seperti traktor juga dihitung per meternya,” ungkapnya.

Diketahui, Program D1 Vokasi Pertanian di UMPR resmi diluncurkan sebagai upaya mencetak tenaga terampil sekaligus mendukung program cetak sawah.

Peluncuran tersebut dirangkaikan dengan Wisuda Gelombang I Tahun 2026 serta ground breaking pembangunan UMPR Hall di Kampus 2 UMPR, , Kamis, 23 April 2026.

Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo, menyebut program tersebut menjadi langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda nan siap kerja sekaligus memperkuat sektor pangan daerah.

“Harapannya, anak-anak Kalteng tidak hanya melanjutkan pendidikan, tetapi juga mempunyai keahlian nan langsung bisa diterapkan di lapangan,” ujarnya.

Program ini direncanakan menampung sekitar 2.000 lulusan SMA/sederajat dari seluruh wilayah Kalteng melalui Akademi Komunitas Muhammadiyah .

(Sya'ban)

Sumber info-lokal