Cuma Modal Humming! Aplikasi Nada Ubah Suara Jadi Komposisi Musik

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta -

Punya buahpikiran lagu tapi tak ada perangkat musik di dekatmu? Kini, cukup bersenandung saja. Aplikasi berjulukan Nada memungkinkan pengguna mengubah humming sederhana menjadi komposisi musik nan bisa langsung dikembangkan.

Nada merupakan aplikasi besutan startup Tunelab, nan digawangi oleh alumni Apple Developer Academy. Aplikasi ini sudah tersedia di App Store dan menyasar musisi hingga pembuat nan mau menuangkan buahpikiran lagu secara praktis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Co-founder Tunelab, Bregas Satria Wicaksono, mengatakan buahpikiran aplikasi ini berangkat dari kebutuhan sederhana saat dirinya dan rekannya mau membikin musik tanpa alat.

"Awalnya kita hanya pengen have fun. Kita cari sesuatu nan bisa kita bikin dan kita juga have fun," ujarnya kepada detikINET.

Menurut Bregas, keterbatasan saat merantau tanpa membawa instrumen seperti gitar alias piano justru memicu lahirnya buahpikiran besar. Ia dan tim kemudian mencoba memanfaatkan bunyi sebagai perangkat utama.

"Dari situ kita kepikiran, kenapa nggak dari bunyi kita aja? Akhirnya kita bikin prototype-nya," jelasnya.

Lewat Nada, pengguna cukup merekam senandung melodi. Aplikasi kemudian mengonversi bunyi tersebut menjadi format MIDI, nan bisa diolah lebih lanjut dengan memilih beragam instrumen hingga melakukan layering untuk membentuk aransemen lengkap.

Tak berakhir di situ, pengembangan Nada juga melibatkan musisi profesional. Tunelab melakukan user testing dengan sejumlah nama di industri musik, termasuk produser dan musisi untuk memastikan fitur nan dihadirkan relevan dengan kebutuhan nyata.

Salah satu masukan krusial datang dari produser nan menginginkan fitur koreksi nada. Fitur ini kemudian diakomodasi lewat penyunting MIDI, sehingga pengguna bisa memperbaiki nada nan kurang presisi.

"Kami dapat banyak insight dari musisi. Itu nan bikin produk ini berkembang lebih cepat," kata Bregas.

Aplikasi Nada buatan TunelabAplikasi Nada buatan Tunelab Foto: Adi FR/detikINET

Perjalanan Tunelab juga tak lepas dari peran Apple Developer Institute di Jakarta. Program ini membuka akses ke mentor dan jaringan industri nan lebih luas, memungkinkan tim berinteraksi dengan musisi ahli hingga pelaku industri kreatif.

"Yang paling kerasa itu connection-nya. Kami jadi bisa ngobrol langsung dengan musisi nan lebih berpengalaman," ujarnya.

Saat ini, tim Tunelab beranggotakan delapan orang nan bekerja secara remote dari Bali dan Jakarta. Meski begitu, mereka tetap rutin berjumpa untuk menyelaraskan pengembangan produk.

Ke depan, Nada tetap bakal terus dikembangkan. Salah satu rencana nan disiapkan adalah menghadirkan instrument pack berasas genre, mulai dari pop hingga dangdut, termasuk eksplorasi instrumen tradisional Indonesia.

Tak hanya itu, tim juga tengah mempertimbangkan integrasi kepintaran buatan untuk membantu pengguna menyusun aransemen secara otomatis, seperti rekomendasi baseline dari hasil humming.

"Ke depan mungkin ada AI nan bisa bantu kasih rekomendasi aransemen. Tapi untuk sekarang kami konsentrasi mematangkan fitur nan sudah ada," tutup Bregas.

Dengan konsep sederhana namun powerful, Nada membuka kesempatan baru bagi siapa saja untuk menciptakan musik-cukup bermodal suara. Aplikasi Nada bisa didownload di sini.


(afr/afr)


Sumber detik-inet