Jakarta -
Urine berfaedah dalam membantu membuang limbah dan kelebihan air nan tidak dibutuhkan tubuh. Peningkatan protein, gula, dan sel darah bisa mengubah warna urine dan membuatnya tampak lebih gelap.
Namun, terkadang, perubahan warna urine juga bisa menandakan bahwa ginjal tidak berfaedah sebagaimana mestinya. Ketahui warna urine seperti apa nan perlu diwaspadai.
Seperti apa Warna Urine nan Menandakan Ginjal Rusak?
Urine bisa mengindikasikan kondisi kesehatan. Berikut beberapa warna urine beserta kemungkinan penyebabnya:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warna Kuning Jernih-Gelap
Dikutip dari laman National Kidney Foundation, warna kuning bening menunjukkan bahwa tubuh terhidrasi dengan baik: sementara, warna kuning gelap menandakan kemungkinan tubuh kurang air alias dehidrasi.
"Warna urine normal dapat bervariasi dari kuning jerami hingga kuning tua, tergantung pada seberapa banyak air nan Anda minum. Jika Anda mengalami dehidrasi, seperti setelah berolahraga di bawah sinar matahari, ginjal menyerap lebih banyak air dari urine dan mengembalikannya ke tubuh untuk menjaga keseimbangan air. Oleh lantaran itu, pigmen nan biasanya ada dalam urine menjadi terkonsentrasi, sehingga warnanya menjadi kuning tua," kata Direktur Utama Nefrologi & Transplantasi Ginjal Fortis Escorts, Dr Ajit Singh Narula, dikutip dari laman Hindustan Times.
Senada, master ahli penyakit dalam dr Djoko Wibisono, SpPD KGH juga menjelaskan bahwa warna urine nan yang pekat bisa disebabkan lantaran kurangnya cairan.
"Urine kadang bisa kuning alias pekat lantaran banyak faktor. Katakanlah kita banyak olahraga, banyak berkeringat tapi kurang asupan cairan. Nah itu urinenya bisa pekat seperti teh," jelas dr Djoko pada detikcom beberapa waktu lalu.
Kendati demikian, urine nan cerah juga belum tentu sehat. Diperlukan uji laboratorium untuk mendeteksi kemungkinan adanya sel darah merah alias protein dalam urine. Jika ada sel darah merah dan protein pada urine, kemungkinan kegunaan ginjal terganggu.
Selain itu, penyakit kuning, obat-obatan seperti vitamin B kompleks, fenazopirin nan digunakan untuk mengobati nyeri pada jangkitan saluran kemih juga bisa mengubah warna urine menjadi kuning tua alias oranye.
"Pemeriksaan urine adalah salah satu tes kegunaan ginjal nan paling krusial dan mendasar," katanya.
Urine color chart. Foto: Getty Images/Tatiana Sidenko
Warna Urine Kemerahan-Coklat Tua
Jika berubah menjadi warna merah muda alias merah tua mungkin perihal itu menunjukkan hematuria alias darah dalam urine. Warna-warna ini merupakan tanda kerusakan ginjal. Dikutip dari laman My Kidney Disease Team, unit penyaring ginjal alias glomeruli biasanya menghentikan zat-zat lebih besar agar tidak keluar dari tubuh. Glomeruli nan rusak memungkinkan sel darah merah melewatinya, sehingga urine tampak gelap.
"Terkadang, urine mungkin berwarna kemerahan lantaran pendarahan internal di saluran kemih, misalnya, lantaran batu, keganasan, alias infeksi. Urine juga bisa berwarna kemerahan dalam kasus penyakit glomerulus primer nan disebut glomerulonefritis," kata Dr Mohit Khirbat, Konsultan Nefrologi, Rumah Sakit CK Birla, Gurugram.
Sementara itu, menurut mahir bedah urologi Dr Nipun AC, warna merah dan coklat tua tidak boleh diabaikan karena bisa menjadi tanda pertama kanker kandung kemih dan ginjal. Penyebab lainnya bisa berupa batu ginjal dan jangkitan saluran kemih.
Urine Berbusa Juga Perlu Diwaspadai
Tak hanya warna, urine nan berbusa alias berbusa juga kudu diwaspadai. Gelembung nan berlebihan dalam urine bisa mengindikasikan adanya protein dalam urine nan menjadi tanda awal penyakit ginjal. Untuk itu, krusial untuk melakukan pemeriksaan.
"Urine keruh alias berbusa perlu diperhatikan lantaran dapat menjadi tanda penyakit ginjal alias kondisi kandung kemih. Konsumsi air berlebihan dapat menyamarkannya, tetapi kudu diselidiki untuk menyingkirkan penyebabnya," kata Dr Nipun.
Tanda-tanda Kerusakan Ginjal
Tak hanya dari urine, ada beberapa tanda dari kerusakan ginjal. Meski demikian gejalanya seringkali tidak terdeteksi, terlebih jika derajat kerusakannya tetap di tahap awal.
dr Djoko mengatakan biasanya tanda alias indikasi rusak baru terlihat dengan jelas jika sudah mencapai derajat lima. Beberapa tanda nan bakal muncul di antaranya:
- Bengkak di banyak area tubuh, seperti kelopak mata, tungkai, pergelangan kaki, punggung kaki, paha, perut buncit lantaran cairan, hingga seluruh tubuh. Hal ini lantaran tubuh tidak bisa membuang natrium dengan baik.
- Mual, salah satu alasannya adalah penumpukan racun
- Sesak napas, karena kurangnya hormon eritroprotein nan memberi sinyal pada tubuh untuk memproduksi sel darah merah alias penumpukan cairan.
- Gatal-gatal, lantaran tubuh tidak bisa membuang racun, sehingga menumpuk dalam darah.
- Pucat, mungkin berangkaian dengan anemia nan bisa berkembang saat ginjal tidak berfaedah dengan baik.
- Kulit kering, kulit bisa menjadi kasar dan bersisik hingga terasa kencang
Pemeriksaan Urine untuk Mengetahui Kesehatan Ginjal
Urinalisis merupakan pemeriksaan air urine untuk mendeteksi masalah kesehatan seperti jangkitan dan masalah ginjal. Dengan tes ini, jika ada penyakit ginjal nan terdeteksi, maka pengobatan bisa dilakukan dengan lebih baik.
Pemeriksaan urine dilakukan menggunakan stik plastik tipis dengan strip bahan kimia di atasnya. Stik bakal dicelupkan ke dalam cangkir plastik berisi sampel air urine. Nantinya strip bakal berubah warna jika suatu unsur ada di atas kadar normal.
(elk/dpy)
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·